Setyo Wahono–Nurul Azizah Melawang ke Birokrasi, Sinkronisasi Program Kerja 100 Hari

22/01/2025
Wahono Nurul - Bojonegoro Raya
SINKRONISASI: Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto saat mendampingi Wahono dan Nurul dalam rapat di Gedung Angling Dharmo, Rabu (22/1/2025) pagi. (Foto: Pemkab Bojonegoro)

Mesin baru Pemkab Bojonegoro mulai dipanasi. Setyo Wahono-Nurul Azizah sudah melawang ke birokrasi. Membahas sinkronisasi progam kerja hingga mimpi kinerja 100 hari pertama.

BOJONEGORORAYA – Udeng obor sewu khas Samin menyaksikan kedatangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah di Gedung Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (22/1/2025) pagi. Ia dikenakan para birokrat setempat, saat menyambut Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro anyar tersebut.

Gedung Angling Dharma juga dikonsep tidak biasanya. Di tengah, ada barisan meja disusun membentuk letter U. Kursi-kursi ditata mengikuti. Wahono dan Nurul kompak berseragam biru laut, duduk di balik ujung pola U meja. Menghadap papan proyektor ukuran besar. Hening.

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto duduk mendampingi dua pemimpin gris Bojonegoro yang asli Bojonegoro tersebut. Lembaran baru akan dimulai. Mereka sedang rapat menyiapkan. Berlangsung tertutup. Namun, masih tampak dari luar. Dari pintu kaca yang bertirai.

Dari sela-sela tirai menabiri pintu kaca itu, wajah para birokrat tampak fokus mendengarkan Wahono dan Nurul berucap. Rapat di Ruang Angling Dharma dimaksud, membahas sinkronasi program kerja Wahono-Nurul dengan segenap unsur Pemkab Bojonegoro.

Juga, membicarakan mimpi atau target kinerja 100 hari pertama Wahono-Nurul, ketika sudah dilantik menjadi Bupati dan Wabup Bojonegoro 2025-2030 di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis (6/1/2025) mendatang.

Diwawancara usai rapat tersebut, Wahono mengemukakan rapat adem itu sesuai tujuan. Sudah menyinkronkan program kerja pihaknya dengan Pemkab Bojonegoro, membicarakan target kinerjanya 100 hari pertama, serta ajang silaturahminya dengan para birokrat setempat.

‘’Kami (Setyo Wahono-Nurul Azizah, red) kula nuwun. Supaya cepat connect (dengan para birokrat setempat, red). Cepat jalan,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Rabu (22/1/2025) siang.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Teken MoU dengan IPB, Kerja Sama Memajukan Pertanian

Ditanya apa saja pokok bahasan rapat tersebut, dia tidak menjelaskan detail. Wahono hanya menandaskan, terkini program kerjanya telah ‘’tunangan’’ dengan program Pemkab Bojonegoro. Ke depan tinggal ‘’akad nikah’’ saja. Setelah itu, direalisasikan terukur untuk masyarakat Bojonegoro.

Terkait target kinerja 100 hari pertama bekerja, bupati terpilih asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro itu mengaku akan berkonsentrasi merealisasikan program di tiga bidang. Meliputi pengelolaan air, pendidikan, dan kesehatan. Program tiga bidang itu penting disegerakan.

‘’Tiga itu masalah yang paling tampak. Dan, itu kebutuhan dasar masyarakat. Maka dari itu, kami prioritaskan,’’ imbuhnya.

Putra pasangan mantan Lurah Delokgede dan Guru Sekolah Rakyat Dolokgede itu meneruskan, sudah memiliki tim guna menjaga sinkronitas program kerjanya dengan Pemkab Bojonegoro. Disebut Tim Transisi. Melalui tim tersebut, akan tersambung dengan Pemkab Bojonegoro.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @humaskabbojonegoro


Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Djoko Lukito mengemukakan hal serupa. Program kerja duo pemimpin anyar Bojonegoro itu bisa disinkronkan dengan program-program Pemkab Bojonegoro. Alias, bisa diterima dengan beberapa penyesuaian memungkinkan.

Ditanya terkait Tim Transisi versi Pemkab Bojonegoro, Djoko menyebut, tim dimaksud belum ada. Namun, segera dibentuk. Siapa ketua dan anggota Tim Transisi dimaksud, mantan Asisten Daerah 1 Bojonegoro ini belum dapat mengemukakan. Baru akan diproses.

‘’Setelah sinkronisasi hari ini, Tim Transisi itu akan segera disusun. Tunggu dulu. Butuh waktu,’’ tuturnya kepada Bojonegoro Raya.

Untuk diketahui, pasca rapat itu Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto dan jajaran mengajak Wahono-Nurul bergeser ke gedung putih kompleks Pemkab Bojonegoro. Di gedung baru itu, ramah tamah mereka semakin tampak. Makan bareng. Prasmanan.

Ujung akhirnya, Wahono-Nurul diajak bersafari. Menilik ruang-ruang yang akan ditempatinya di gedung putih. Setelah dari gedung tersebut, mereka bergeser lagi. Ke Kantor Kemenag Bojonegoro. Menghadiri silaturahmi dan dialog instansi tersebut. (sab/kza)

error: Content is protected !!