BANYAK bibit atlet di SMPN 2 Gondang. Siswa-siswi sekolah itu suka dan aktif berolahraga. Alam, lingkungan, dan kebiasaaan sehari-hari, telah membentuk potensi tersebut.
Olahraga paling digandrungi siswa-siswi SMPN 2 Gondang yakni voli dan pencak silat. Dalam banyak kompetisi pelajar, siswa-siswi SMPN 2 Gondang selalu berpartisipasi.
‘’Kalah atau menang, mereka sudah berani,’’ tutur Waka Kesiswaan SMPN 2 Gondang Joko Wicaksono kepada Bojonegoro Raya, Rabu (22/4/2026) pagi.
Merespons potensi itu, SMPN 2 Gondang istikamah memberikan pelatihan dan pembinaan untuk siswa-siswi bersangkutan. Di luar sekolah maupun di dalam sekolah.
Lebih dari itu, Joko Wicaksono mengatakan, dukungan finansial juga diberikan. Misalnya, ketika siswa-siswinya berangkat berkompetisi di perkotaan Bojonegoro.
‘’Berangkat ke kompetisi butuh biaya. Kami para guru iuran untuk memenuhi biaya itu,’’ terangnya.
Sebab, anggaran sekolah untuk biaya operasional semacam itu acap kurang. Tidak cukup. Para guru SMPN 2 Gondang rela mengikhlaskan uangnya agar menjadi cukup.
‘’Dalam banyak hal, kami para guru juga sering iuran. Demi anak-anak kami, untuk sekolah ini,’’ imbuhnya.
Selain gandrung olahraga, siswa-siswi SMPN 2 Gondang sangat terampil berkebun. Terutama, berkebun bawang merah. Mereka piawai sekali, seperti para orang tuanya.
‘’Ada tugas menghias taman kelas, mereka menanami taman itu dengan bawang merah. Dan, berhasil tumbuh, panen,’’ ungkapnya.
Siswa-siswi SMPN 2 Gondang pun mampu menghilirisasi bawang merah. Membuat SMPN 2 Gondang punya produk bawang goreng. Mereknya Bagong. Akronim dari Bawang Goreng Gondang.
‘’Kalau kami dilibatkan dalam suatu pameran UMKM, kami bawa bawang goreng karya anak-anak kami itu,’’ imbuhnya.
Tidak berhenti di situ. Kedekatan siswa-siswi SMPN 2 Gondang dengan bawang merah bahkan sampai di seragam batik sekolah yang mereka kenakan.
‘’Seragam batik siswa-siswi kami motifnya bawang merah. Karya Pak Listiyono, guru seni di sini,’’ ungkap Joko Wicaksono.
Terpisah, siswa SMPN 2 Gondang Dani mengemukakan, dia dan teman-temannya memang gandrung voli. Dia menyebut, olahraga beregu itu asyik. Menyenangkan.
Pada saat istirahat atau jam kosong, dia dan teman-temannya mengisi luang waktu itu dengan main voli. Lapangannya di halaman tengah sekolah.
‘’Voli tidak pas olahraga saja. Asal ada kesempatan, kami voli,’’ ungkapnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (27/4/2026) siang. (sab/kza)
— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

