Wabup Nurul Azizah Tegaskan Permudah Perizinan, PT Shou Fung Buka 3.000 Lowongan Pekerjaan

INVESTASI: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah mengajak James dari PT Shou Fung Lastindo, saat pertemuan di Pemkab Bojonegoro. Perusahaan sepatu ini akan membuka 3.000 lowongan pekerjaan. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – James ternyata sudah sedikit-sedikit bisa berbahasa Indonesia saat ngobrol bersama Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah. Ngobrol dengan jenaka, pimpinan perusahaan PT Shou Fung Lastindo tersebut memastikan optimismenya investasi di Bojonegoro.

Rencananya, perusahaan sepatu di Jalan Bojonegoro-Babat, persisnya Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, bakal membuka 3.000 lowongan pekerjaan.

Lelaki asal Negara Taiwan tersebut sengaja mendatangi Pemkab Bojonegoro, Senin (28/9/2026). Siang itu, lelaki dengan nama lengkap Wa Ode Yuli tersebut, mengatakan akan membuka perusahaan sepatu lagi di Bumi Rajekwesi, sebutan Bojonegoro.

Hampir delapan tahun atau persisnya 2018 lalu, PT Shou Fung Lastindo sudah menjejak di Bojonegoro. Perusahaan sepatu tersebut sudah memiliki ribuan karyawan.

‘’Cari karyawan yang benar-benar kerja,’’ ujarnya sedikit terbata-bata dengan bahasa Indonesia.

Menurut James, PT Shou Fung Lastindo selama ini telah memproduksi sepatu. Bahkan, produksi sepatu dari pabrik di Bojonegoro ini merupakan produksi ekspor.

‘’Sekitar 85 persen sepatu ekspor ke Amerika,’’ tutur James dengan tersenyum ramah.

Saat medhayoh ke kantor ruangan Wabup, Nurul Azizah mengajak James masuk ke ruang Setyowati. Saat itu, ada pertemuan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Bojonegoro. Bersama tim, James mendapat kesempatan mengenalkan diri.

Menurut James, PT Shou Fung Lastindo akan membuka 3.000 lowongan pekerjaan. Selama ini, PT Shou Fung Lastindo memiliki dua pabrik. Yakni, di Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi. Ada rencana, akan menaruh semua pabriknya di Bojonegoro.

Komitmen Pemkab Bojonegoro Permudah Perizinan

Nurul Azizah mengatakan, saat bertemu James dan dua stafnya, Pemkab Bojonegoro berkomitmen mempermudah perizinan. Memberi ruang mengurus izin. Tanpa ada biaya. Upaya membuka keran investasi mengalir di Bojonegoro.

Namun, menurut Nurul Azizah, juga berharap perusahaan untuk membuka lapangan pekerjaan. Menyerap tenaga kerja. Ini wujud, kehadiran pemkab untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga :  Curi Dua Pohon Jati 3 Meter, Suginanto Petani Hutan di Bojonegoro, Mendekam Tahanan, Berharap Keadilan

Komitmen Bojonegoro membuka keran investasi ini, menurut Nurul Azizah, memperingatkan agar jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) mempermudah perizinan. Membantu mengurus kesulitan perusahaan.

Sebaliknya, Nurul Azizah memperingatkan jangan sampai ada pungutan liar dalam mengurus perizinan. Larangan tarikan mengurus izin.

Sebaliknya, menurut Nurul Azizah, Bojonegoro harus mempermudah perizinan, agar bisa membuka keran perusahaan berinvestasi.

Sementara itu, pada 2026 ini, Pemkab Bojonegoro menarget ada Rp 3,6 triliun investasi masuk di Bojonegoro. Per kuartal I 2026, sudah ada Rp 1,5 triliun investasi yang masuk.

Dari investasi Rp 1,5 triliun tersebut, investasi di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan tercatat Rp 127,1 miliar. Begitu kata data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Bojonegoro. (kza)