BOJONEGORORAYA – Kebun terong tumbuh subur di areal pertanian Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Jenis terong madu. Panennya melimpah.
Petani setempat merasa buah terong menjadi tambahan meraup rupiah. Lumayan. Hasilnya menjadi berkah. Berkebun terong sebagai pendamping para petani bertanam jagung.
‘’Satu karung dibeli Rp 100.000. Alhamdulillah bisa untuk tambahan pendapatan selain berjualan,” tutur Lamiyati salah satu petani terong kepada Bojonegoro Raya pada Kamis (20/5/2026).
Adapun produksi buah terong melimpah di Bojonegoro, mencapai 50.033 kuintal akhir tahun lalu. Komoditas hortikultura itu jadi tambahan pemasukan warga melalui pekarangan. Juga, bertanam di areal pertanian.
Selama ini, buah terong kebanyakan sebagai pendamping lalapan sambal. Dikukus hingga digoreng. Selain itu, kebanyakan untuk menu sayur lodeh dan asam. Terong menjadi andalan, bagi emak-emak masyarakat Bojonegoro saat memasak.
Buah Menyamar Sayuran, Kaya Antioksidan
Terong termasuk buah. Sebuah tanaman dengan buah terdapat banyak biji. Sayuran menyamar buah, sebuah identitas terong yang memiliki manfaat senyawa aktif yang bagus untuk tubuh.
Buah berkulit ungu pekat, terkadang hijau ini, kaya akan antioksidan. Mengandung serat dan kalium. Serta, bisa menjaga kadar gula darah.
Lamiyati mengatakan, selain bertani jagung, beberapa warga menamam terong di pekarangan. Memilih terong madu karena buah bertekstur renyah dan rasa buah sedikit manis.
‘’Setelah tanam 40 hari, baru mulai berbuah,” tutur perempuan 54 tahun tersebut.
Pantauan Bojonegoro Raya, saat melintas di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, terlihat mobil truk pengepul terong parkir di depan warung milik Lamiyati.
Terdapat petani panggul dan angkut terong dalam beragam sak. Selanjutnya, menata di dalam truk. Selanjutnya, terong tumbuh dari petani Desa Hargomulyo ini mulai distribusi ke sejumlah pasar.
Menurut Lamiyati, pihaknya mengetahui ada wisata kebun terong di Desa Hargomulyo. Namun, belum mengetahui akan ada pengembangan lanjutan pertanian terong tersebut.
‘’Iya ada, tapi tidak begitu tahu milik siapa,” tutur perempuan berdagang di sebuah warung.

Petani Inisiatif Sendiri Menanam Terong
Lamiyati merupakan sebagian dari warga menanam terong. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, luas tanaman terong di Kecamatan Kedewan bertambah 1 hektare. Saat ini, menjadi 2 hektare.
Sementara, luas pertanian terong di Bumi Rajekwesi-sebutan Bojonegoro, total luas panen 164 hektare. Angka tersebut menyebar di 16 kecamatan. Selain Kecamatan Kedewan, pantauan Bojonegoro Raya, pertanian terong cukup banyak di aliran tepi Sungai Bengawan.
Buah terong menjadi komoditas hortikultura terbanyak nomor lima di Bojonegoro, setelah bawang merah, pisang, manga, dan jambu kristal. Total produksi mencapai 50.033 kuintal terong pada 2025 lalu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Ida Yuliastuti mengatakan, produksi buah terong di Kecamatan Kedewan paling banyak pada Januari lalu. Mencapai 360 kuintal.
Beberapa warga menanam di pekarangan untuk menambah penghasilan. Bermanfaat.
‘’Kalau melihat dari data kami, Kecamatan Kedewan termasuk penghasil terong. Terbanyak di wilayah Kecamatan Padangan,” jelasnya.
Ida mengatakan, belum ada intervensi program bantuan dari DKPP untuk menggenjot produksi terong di Bojonegoro. Petani inisiatif sendiri bertanam terong di setiap pekarangan dan lahan pertanian.
‘’Kami belum ada untuk bantuan benih dan semacamnya,” jelasnya. (man/kza)

