Porang Sumekar di Kecamatan Sekar, Rerata Sepuluh ton per hektar

PANEN: Dua petani porang di Kecamatan Sekar menunjukkan hasil panennya. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Pertanian di Kecamatan Sekar semakin sumekar. Selain padi dan jagung, petani di kecamatan itu juga sukses bertani porang.

Roni, salah satu petani porang di Kecamatan Sekar mengatakan, setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Sekar yang para petaninya ramai menanam porang.

‘’Yakni Desa Klino, Sekar, dan Miyono,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (18/6/2026) siang.

Dari tiga desa tersebut, lanjut dia, Desa Klino yang paling masif pertanian porangnya. Disusul Desa Sekar, baru Desa Miyono. Ketiga desa ini berdekatan. Dekat kawasan hutan.

‘’Total, lahan pertanian porang di tiga desa itu sekitar 3.500 hektare. Di kawasan hutan,’’ imbuhnya.

Menurut Roni, ada ribuan masyarakat Desa Klino, Sekar, dan Miyono yang menanam porang. Mereka bernaung dalam kelompok tani hutan (KTH) di bawah Kementerian Kehutanan.

‘’Porang ditanam secara tumpangsari. Ada juga yang ladang khusus porang. Tapi, rerata tumpangsari,’’ imbuhnya.

Hasil tanam porang, kata petani porang di Desa Klino ini, begitu menyenangkan. Kualitasnya bagus. Kuantitasnya melimpah. Per hektare ladang porang, bisa panen sekitar sepuluh ton.

‘’Kalau panennya sedang maksimal, per hektare bisa tembus 25—30 ton,’’ ungkapnya.

Perihal hasil panen porang, lanjut Roni, tahun-tahun sebelumnya selalu dikirim ke pabrik pengolahan porang di luar Bojoegoro. Di antaranya di Madiun, Ponorogo, Gresik, Mojokerto.

‘’Tahun ini, porang kami dikirim ke pabrik pengolahan porang di Kecamatan Sekar sendiri. Baru. Lebih dekat,’’ tuturnya.

Roni dan para petani porang di Kecamatan Sekar, tentu senang dengan adanya pabrik baru pengolah porang di Kecamatan Sekar tersebut. Ongkos distribusi ke luar kota, menjadi nihil.

‘’Ke depan, kami berharap dapat pupuk subsidi untuk bertani porang. Selama ini, itulah kendala kami,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Enam Desa di Kecamatan Sekar Dikonsep Agrowisata Pertanian Terpadu, Durian dan Bawang Merah

Pabrik pengolahan porang di Kecamatan Sekar dimaksud Roni, berada di Desa Klino. Dinaungi PT New Porang Hebat Indonesia (NPHI). Pabrik itu menghasilkan chief atau bahan tepung porang.

Selasa (16/6/2026) kemarin, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono datang ke Desa Klino. Dia meresmikan operasional pabrik pengolahan porang di bawah operasi PT NPHI tersebut.

Terpisah, Kepala Sub Seksi Hukum dan Kepatuhan Perhutani KPH Bojonegoro Sunyoto mengatakan, wilayah hutan di Bojonegoro cukup banyak ditanami porang oleh masyarakat sekitar.

‘’Salah satunya, kawasan hutan di Kecamatan Sekar itu,’’ tuturnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (17/6/2026) siang.

Tahun ini, lanjut Sunyoto, ada ladang porang baru di Kecamatan Sekar. Berada di Desa Deling, masuk wilayah hutan Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Deling.

‘’Ada sekitar 10 hektare ladang porang di hutan situ. Saat ini persiapan hendak panen,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Kerjasama Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna DPMD Bojonegoro Aris Hidayatullah mengaku bersyukur.

‘’Kecamatan Sekar memang potensial untuk agroindustri. Termasuk, porang,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (17/6/2026) siang.

Karena itu, Aris sapaannya mengatakan, DPMD Bojonegoro telah mencanangkan pengembangan Kecamatan Sekar sebagai kawasan agroindustri  di Bojonegoro selatan.

‘’Kami mendukung penuh budidaya porang di sana. Itu sejalan dengan apa yang kami canangkan,’’ imbuhnya.

Terlebih, lanjut dia, kini telah ada pabrik pengolahan porang di Desa Klino. Sudah tentu, agroindustri di Kecamatan Sekar bisa benar-benar sumekar. Ada produksinya, ada pula pasarnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!