BOJONEGORAYA – Agus Sudesi mengenakan busana ala sultan keraton Jawa. Dia berjalan paling depan. Memimpin barisan pemanggul panji-panji dan sejumlah pusaka Ki Andong Sari.
Di belakang barisan ini, beberapa andong bergerak perlahan. Ditumpangi Wakil Bupati Bojonegoro (Wabup) Nurul Azizah dan para tamu istimewa lainnya.
Di belakang lagi, ratusan warga membentuk puluhan rombongan. Mereka mengenakan aneka busana. Merias diri, mengusung berbagai peranti, menampilkan beragam aksi.
Semua barisan itu bergerak berarak-arakan. Seperti karnvalan. Titik start atau berangkatnya di Jalan Makam Ki Andong Sari, Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro.
Lalu, mengalir perlahan mengitari tlatah Ledok Kulon hingga Ledok Wetan. Dan, kembali lagi di Jalan Makam Ki Andong Sari. Tepatnya, di selatan Balai Kelurahan Ledok Kulon.
Masyarakat di sepanjang jalan yang dilintasi arak-arakan ini, sama menyaksikan. Mereka duduk-berdiri di tepi jalan. Ledok Kulon dan Ledok Wetan meriah. Masyarakat tumpah ruah.
Itu semua gambaran dari Kirab Pusaka Ki Andong Sari, Minggu (5/7/2026) sore. Dihelat Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon dalam rangka Haul ke-244 Ki Andong Sari tahun ini.

Sebelum dikirab, sejumlah pusaka Ki Andong Sari telah dijamas pada Minggu (5/7/2026) pagi di Kompleks Makam Ki Andong Sari. Dirituskan di Pendapa Balai Kelurahan Ledok Kulon.
Sejumlah pusaka Ki Andong Sari diarak dalam kirab tersebut, di antaranya ada lima. Yakni, menjalin bang, menjalin porong, galeh kelor, tombak godhong andong, dan kentrung.
Sesaat sebelum kirab berjalan, ditampilkan pula kesenian Sandur khas Ledok Kulon di garis start. Namun, tidak utuh. Hanya bagian yang paling atraktif. Yakni, Kalongkingan.

Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon bersyukur haul Ki Andong Sari terselenggara tahun ini. Kata dia, acara itu terlaksana berkat kerja sama pemerintah kelurahan dengan para warga. Sesarengan.
‘’Ini upaya kami dan warga nguri-uri sejarah dan budaya Ki Andong Sari, serta Ledok Kulon,’’ tandasnya saat sambutan, sesaat sebelum Kirab Pusaka Ki Andong Sari dimulai.
Anton berharap, tradisi haul Ki Andong Sari terus lestari. Digelar saban tahun. Menjadi momen warga Ledok Kulon untuk refleksi, berkontemplasi, dan mengorkestrasi sejarah serta budayanya.
‘’Kami juga berharap, ke depan, Ki Andong Sari tidak saja menjadi milik warga Ledok Kulon lagi. Namun, menjadi milik seluruh warga Bojonegoro,’’ imbuhnya.
Seiring harapan itu, mantan Lurah Ledok Wetan ini menyampaikan, pihaknya dan para warga akan gugur gunung merancang Makam Ki Andong Sari sebagai wisata religi.
‘’Atau, sebagai wisata budaya,’’ terang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bojonegoro yang menjadi Lurah Ledok Kulon sejak awal 2026 lalu itu.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Nurul Azizah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kelurahan dan segenap warga Ledok Kulon.
Kerja sama pemerintah kelurahan dan para warga Ledok Kulon dalam penyelenggaraan Haul ke-244 Ki Andong Sari, sangat bagus. Wujud sinergi birokrasi dengan masyarakat setempat.
‘’Haul (Ki Andong Sari, red) ini luar biasa sekali,’’ puji wabup perempuan asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu.
Wabup Nurul Azizah menerangkan, rangkaian Haul ke-244 Ki Andong Sari ini lengkap. Menyentuh sisi spiritual, sejarah, budaya, seni, dan mengungkit ekonomi.
‘’Saya meminta, acara ini dimasukkan ke kalender event tahunan Pemkab Bojonegoro,’’ tuturnya me-notice Kepala Disbupdar Bojonegoro Elzadeba Agustina yang ada di lokasi.
Perihal harapan Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon untuk merancang Makam Ki Andong Sari sebagai wisata religi atau wisata budaya, Wabup Nurul Azizah sangat mendukung.
Sepintas di lokasi, dia juga mendengar bahwa atap cungkup pusara Ki Andong Sari tengah rusak. Butuh perbaikan. Perihal itu, dia memastikan akan ada perbaikan.
‘’Perbaikan akan dilakukan segera. Di (realisasi, red) P-APBD. Ini tadi bapak bupati (Setyo Wahono, red) sudah menyetujui,’’ ungkapnya, disambut sorak-sorai para warga.
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro ini berharap, pemerintah kelurahan dan para warga Ledok Kulon terus kompak bersinergi dalam kebaikan.
‘’Juga terus nguri-uri Ki Andong Sari. Menjadikan beliau sebagai leluhur sekaligus teladan,’’ pungkas Wabup Bojonegoro sejak 20 Februari 2025 lalu itu.
Untuk diketahui, selain Wabup Nurul Azizah, ada beberapa tamu istimewa dalam Kirab Pusaka Ki Andongsari. Selain Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina, ada dua sejawatnya.
Yakni, Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati dan Kepala Dinsos Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto. Dua anggota DPRD Bojonegoro hadir pula. Yaitu, Lasuri dan Sigit Kusharyanto.
Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya dan jajaran Forkopimcam Bojonegoro pun hadir. Para lurah se-Kecamatan Bojonegoro, juga ada. (sab/kza)

