Dinas Perpustakaan Apresiasi Buku Historiografi Ki Andong Sari, Dorong Desa Meniru

08/07/2026
KARYA BUKU: Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon menyerahkan buku Historiografi Ki Andong Sari kepada Wabup Nurul Azizah, serta dua anggota DPRD, yakni Lasuri dan Sigit Kushariyanto. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Terbitnya buku Historiografi Ki Andong Sari mendapat apresiasi. Jadi pijakan literasi sejarah dan referensi karya tulis.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bojonegoro mendorong pemerintah desa dan kelurahan lainnya untuk mencontoh.

Menuliskan cerita. Lalu, membukukan menjadi karya untuk literasi generasi muda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Erick Firdaus mengungkapkan, terbitnya buku Historiografi Ki Andong Sari menjadi acuan literasi.

Menuliskan kisah sosok dan tetua warga menjadi buku. Terbitnya buku bisa lebih mengenalkan kepada masyarakat luas.

“Terbitnya buku itu bisa membuat semakin banyak masyarakat Bojonegoro mengetahui kisah beliau,” katanya Rabu (8/7/2026).

Buku Historiografi Ki Andong Sari baru saja meluncur. Berupa fisik hingga buku digital. Buku bisa diunduh dan baca di website www.bojonegororaya.com.

Peluncuran buku bersamaan Haul Akbar ke 244 Ki Andong Sari, pada Minggu 5 Juli 2026 lalu. Buku mengorbit atas kolaborasi Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon, Pengurus Makam dan Adat Budaya Ki Andong Sari, bersama tim jurnalis Bojonegoro Raya.

Menambah Koleksi Perpustakaan Bojonegoro

Erick mengatakan, ada beberapa kumpulan arsip tulisan cerita tentang Ki Andong Sari yang sudah menjadi koleksi dinas perpustakaan dan kearsipan.

Hasil karya lomba mendongeng. Terbitnya buku yang dibidani oleh Kelurahan Ledok itu bisa menjadi tambahan literasi tentang sosok Ki Andong Sari.

“Tentu kami harapkan nanti bisa jadi koleksi di perpustakaan. Bisa memperkaya literasi tentang Ki Andong Sari,” tutur mantan kepala dinas PU sumber daya air tersebut.

Buku sejarah ini bisa menjadi diseminasi. Memperkaya sudut pandang dan ketebalan sejarah tentang sosok yang menjadi teladan bagi warga Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan.

Erick mendorong desa dan kelurahan lainnya untuk meniru. Menulis dan membukukan ragam cerita yang ada di masing desa. Berdasar tutur maupun literatur.

Baca Juga :  Medhayoh Haji dan Asa Penggerak Mengentas Kemiskinan

‘’Pastinya masing-masing desa dan kelurahan mempunyai keunikan cerita dan sosok. Bisa ditulis dan terbit buku,” tutur lelaki ahli ilmu geologi tersebut.

Erick menambahkan, jika masing-masing desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro bisa meramu dan menjadikan buku tentang cerita, sosok maupun sejarah desa, akan berdampak ada peningkatan literasi masyarakat.

Masyarakat Bojonegoro akan bangga dengan sejarah tanah kelahirannya. (man/kza)

error: Content is protected !!