Wisata TEKAD Resmi Diluncurkan, Rekreasi dan Edukasi di Kaki Gunung Pandan

25/10/2026
CERIA: Para pelajar saat abadikan momen bersama Wabup Nurul Azizah dalam peluncuran Wisata TEKAD. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Pemkab Bojonegoro kembali menghadirkan pariwisata berbasis alam dan petualangan. Kali ini di kaki Gunung Pandan turut Desa Krondonan, Kecamatan Gondang. Tajuknya Trip Edukasi Kemah Adventure Dolanan (TEKAD).

Dalam Wisata TEKAD, wisatawan diajak menyatu dengan alam kaki Gunung Pandan. Berpetualang dan dolanan. Juga mempelajari Gunung Pandan serta mengenali fenomena munculnya air hangat di Banyu Kuning, salah satu geosite Geopark Bojonegoro di Desa Krondonan.

Sabtu (24/10/2026) pagi, Wisata TEKAD resmi diluncurkan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah. Meriah dan penuh suka cita. Ratusan orang senam Bojonegoro Bahagia Makmur Membanggakan (BBMM), 81 orang mendaki Gunung Pandan via Banyukuning.

Lalu, ada tanam pohon trembesi dan mahoni di sekitar Banyu Kuning. Dilanjutkan dengan dolanan bersama oleh para perempuan TP PKK kecamatan serta desa, juga para pelajar di Kecamatan Gondang. Hiburan musik campursari menutup agenda ini.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbdspar) Bojonegoro Amin Asrofin mengatakan, Wisata TEKAD hasil kolaborasi banyak pihak. Mulai pemerintah, masyarakat, komunitas, dan para pelaku wisata.

Dia berharap, Wisata TEKAD dapat membuka peluang lebih besar bagi tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyediaan jasa wisata, serta berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang dapat mendukung kebutuhan wisata.

‘’Dengan demikian, kehadiran destinasi ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata. Tapi juga menambah pendapatan masyarakat setempat,’’ imbuhnya, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Melalui Wisata TEKAD, lanjut Amin sapaannya, Pemkab Bojonegoro terus memperkuat langkah dalam mengembangkan pariwisata yang inovatif, edukatif, berbasis potensi lokal, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

‘’TEKAD bukan sekadar wisata. Melainkan ajakan untuk belajar dari alam, menikmati petualangan, melestarikan lingkungan, dan tumbuh bersama masyarakat lokal,’’ tuturnya. (*)

Baca Juga :  Sarasehan dan Bincang Buku Historiografi Ki Andong Sari: Membedah Sejarah, Melanjutkan Keteladanan