Inovator Pemenang BIA 2026 Terima Penghargaan, Brida Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Kuatkan Ekonomi

DORONG HILIRISASI INOVASI: Dili Tri Wibowo saat sambutan dalam seremoni penyerahan penghargaan pemenang BIA 2026. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)
DORONG HILIRISASI INOVASI: Dili Tri Wibowo saat sambutan dalam seremoni penyerahan penghargaan pemenang BIA 2026. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Ajang Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2026 telah rampung. Para inovator yang karyanya terpilih menjadi pemenang, menerima penghargaan.

Seremoni penyerahan penghargaan digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bojonegoro di Hall Hotel Griya Dharma Kusuma, Kamis (29/10/2026) pagi.

Kepala Brida Bojonegoro Dili Tri Wibowo mengemukakan, BIA 2026 bergulir mulai awal Juli 2026. Tersedia enam kategori inovasi. Masing-masing inovasi diseleksi secara ketat dan objektif.

‘’Total, ada 216 inovasi didaftarkan dalam BIA 2026 ini,’’ ujar Dili Tri Wibowo, Kamis (29/10/2026) pagi.

Menurut Dili sapaanya, kuantitas inovasi dalam BIA 2026 itu perkembangan bagus. Dalam BIA 2025 sebelumnya, ada 116 inovasi. Hatta, ada peningkatan 100 inovasi dalam BIA 2026 ini.

Lebih dari itu, alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini menyampaikan apresiasi tinggi kepada para inovator yang mengirimkan inovasinya dalam BIA 2026.

‘’Inovasi-inovasi itu embrio atau protipe yang bisa dilanjutkan atau dikembangkan, menjadi alat sukses pembangunan,’’ tuturnya.

Pejabat kelahiran Magelang ini optimistis, inovasi-inovasi birokrat maupun masyarakat Bojonegoro bisa bermanfaat signifikan. Dapat berkontribusi memajukan pendidikan, teknologi, ekonomi, hingga budaya.

‘’Karena itu, hilirisasi (mengaplikasikan dan mengembangkan, red) inovasi adalah hal yang sangat penting,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Dili berharap makin banyak inovasi lahir di Bojonegoro. Pihaknya berobsesi menjadikan Bojonegoro sebagai simpul ekonomi yang sangat kuat di Jawa Timur bagian barat—berlandaskan inovasi.

‘’Saat ini (produksi dan dampak ekonomi, red) migas makin turun. Tentunya, kita harus banyak berinovasi,’’ pungkasnya.

Selain para inovator penerima penghargaan BIA 2026 dan jajaran Brida Bojonegoro, seremoni penyerahan penghargaan BIA 2026 juga dihadiri banyak pihak.

Di antaranya Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah, Cantika Wahono, kepala OPD, civitas akademika kampus Bojonegoro, komunitas riset, hingga perwakilan Brida kabupaten tetangga.

Baca Juga :  Bupati Wahono Apresiasi Gema Pangan, Sebutir Nasi Bisa Jadi 50 Ton Setahun

Dalam santiajinya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BIA 2026. Dia berpesan, seluruh inovasi dalam BIA 2026—terutama yang menyabet juara—diaplikasikan secara nyata.

Menurutnya, inovasi harus mampu menunjukkan perubahan yang konkret. Baik dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, maupun penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.

Karena itu, Wabup Nurul Azizah mewanti, seluruh inovator penerima penghargaan tidak berhenti pasca meraih apresiasi. Melainkan, harus mengaplikasikan dan terus mengembangkan.

“Tantangan kita ke depan masih panjang. Jawabannya adalah inovasi. Mari berinovasi untuk Bojonegoro,” ajaknya. (sab/kza)