Adriyanto Dampingi Menteri Hanif Menilik Tambang Minyak Tradisional Wonocolo

PENINJAUAN: Rombongan Hanif, Adriyanto, dan Pertamina EP Cepu saat mengunjungi tambang minyak tradisional Wonocolo, Selasa (21/1/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi tambang minyak tradisional di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Selasa (21/1/2025).

Menteri LH asal Bojonegoro itu berkunjung ke sana bersama para jajaran. Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto mendampingi. Sejumlah petinggi dan jajaran Pertamina EP Cepu, turut pula.

Hanif mengaku takjub melihat tambang minyak tradisional di pojok barat daya Bojonegoro itu. Sumurnya begitu banyak. Dia pun mafhum jika tambang minyak tradisional itu hasil produknya cukup melimpah.

Putra Bojonegoro yang sempat malang melintang di Pulau Borneo itu pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas pengelolaan dan perawatan tambang minyak tradisional Wonocolo. Khususnya masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga mengingatkan, segala bentuk tambang  memiliki dampak lingkungan yang tak bisa dipisahkan. Termasuk tambang minyak tradisional Wonocolo.

Teksas Wonocolo - Bojonegoro Raya
HERITAGE: Salah satu sumur tua di tambang minyak tradisional Wonocolo. Dikunjungi rombongan Hanif, Adriyanto, dan Pertamina EP Cepu, Selasa (21/1/2025).(Foto: Pemkab Bojonegoro)

Atas dasar itulah, dia dan jajaran dari Kementerian LH mengunjungi tambang minyak tradisional Wonocolo. Pihaknya ingin menghimbau sekaligus memastikan, tambang tersebut tetap memperhatikan lingkungan.

‘’Ke depan, tugas kita beserta berbagai stake holder tidak mudah. Akan ada regulasi panjang tentang detail kontruksi percontohan penambangan minyak bumi sekaligus pengelolaan limbahnya,’’ jelas Hanif.

Adriyanto mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan aneka masukan Menteri LH sejak Oktober 2024 tersebut. Dia berharap, KemenLH terus memberikan arahan perihal persoalan startegis tentang lingkungan di Bojonegoro.

‘’Bojonegoro telah menjadi pusat perhatian karena migasnya. Ini berkah sekaligus tantangan besar bagi kita. Pemkab Bojonegoro perlu kolaborasi dengan banyak pihak. Terutama dengan pemerintah pusat,’’ terangnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Para ASN Bojonegoro Tawuran dalam Laga Futsal Sepakat Berdamai, Liga Berhenti Sementara
error: Content is protected !!