UMKM Batik Kembang Sambiloto Terima Bantuan IPAL Elektrokoagulasi dari Pertamina EP Sukowati Field

GRIS: IPAL Elektrokoagulasi bantuan Pertamina EP Sukowati Field untuk UMKM Batik Kembang Sambiloto, baru tiba, Senin (17/03/2025). (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik Kembang Sambiloto kini bisa berkarya lebih tenang. Khususnya perihal pengolahan limbah produksi, UMKM di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Bojonegoro itu tidak perlu bingung lagi.

Pasalnya, mereka telah mendapat bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Elektrokoagulasi dari Pertamina EP Sukowati Field, Senin (17/03/2025).  Bantuan itu bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Sukowati Field untuk masyarakat sekitar daerah operasinya.

Adapun, Pertamina EP Sukowati Field menunjuk non governmental organization (NGO) Lestari Muda Indonesia untuk mendampingi UMKM Batik Kembang Sambiloto dalam PPM ini. Semata, agar para ibu-ibu UMKM Batik Kembang Sambiloto cepat terampil menggunakan IPAL Elektrokoagulasi tersebut.

Ketua Kelompok UMKM Batik Kembang Sambiloto Tatik mengaku bersyukur atas bantuan IPAL Elektrokoagulasi dari Pertamina EP Sukowati Field melalui PPM-nya. Dia berterima kasih kepada perusahaan hulu migas mengoperatori Lapangan Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro tersebut.

Tatik menuturkan, selama ini pihaknya cukup repot mengolah limbah hasil produksi batik. Sebab, pengolah limbah berupa cairan itu masih dilakukan manual dan riskan terhadap lingkungan. Dengan adanya IPAL Elektrokoagulasi dari Pertamina EP Sukowati Field, kerepotan itu hilang sudah.

“Dengan bantuan IPAL yang kami terima ini, pengolahan limbah tentu akan lebih mudah. Usaha kami jadi lebih ramah terhadap lingkungan,” ujarnya, Senin (17/03/2025).

Pendamping PPM Pertamina EP Sukowati Field dari Lestari Muda Indonesia Farhan Ulil menjelaskan, IPAL Eletrokoagulasi adalah solusi modern dan teknologis dalam pengolahan limbah. IPAL ini biasa digunakan untuk pengolahan limbah cair industri, rumah sakit, dan laboratorium.

“Sekarang, IPAL Elektrokoagulasi itu kami terapkan untuk mengolah limbah usaha batik di UMKM Batik Kembang Sambiloto,” ujarnya

Baca Juga :  Arief Januwarso Terpilih Ketua ICMI Bojonegoro, Usung Misi Kolaborasi

Ulil mengemukakan, IPAL Elektrokoagulasi berkapasitas 2 meter kubik (m³) per hari. IPAL itu bekerja dengan cara mengurai limbah cair batik menggunakan tenaga listrik. Sehingga, limbah cair akan terurai secara elektrik. Hasil penguraian aman bersinggungan dengan lingkungan. Bisa untuk menyirami tumbuhan.

“Ada beberapa keunggulan IPAL Elektrokoagulasi ini. Yakni, biaya awal dan operasionalnya murah, kebutuhan daya listriknya rendah, tidak butuh zat kimia, dan perawatannya mudah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah mengutarkan, IPAL Elektrokoagulasi memang terobosan bagus. Jika memungkinkan dan teruji ideal, pihaknya akan ikut mengembangkan IPAL tersebut. Tidak hanya untuk UMKM batik, tapi juga bagi UMKM yang memproduksi tahu.

“IPAL Elektrokoagulasi untuk UMKM Batik Kembang Sambiloto itu bagus. Baru pertama di Bojonegoro. Bisa dikembangkan,” tuturnya. (sab/kza)

 

error: Content is protected !!