dr. Supriyanto Dharmoredjo Kunjungi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, Bantu Transformasi ke Kelas A

PEMAPARAN: dr. Supriyanto Dharmoredjo mengutarakan sejumlah arahan untuk jajaran-direksi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, Sabtu (5/4/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – dr. Supriyanto Dharmoredjo bertandang ke Bojonegoro, Sabtu (5/4/2025). Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu mengunjungi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

Dalam kunjungan, dr. Supriyanto mengemukakan banyak hal kepada Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran direksi–manajemen RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo yang menyambut.

Di antaranya, dia berpesan agar RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo terus meningkatkan mutu pelayanan ke masyarakat. Melalui peningkatan fasilitas, perbaikan sistem dan tata kelola, juga pemenuhan sumber daya manusia (SDM).

Dokter spesialis bedah kelahiran Tulungagung itu menyebut, pihaknya akan membantu RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo perihal tiga cara meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ke masyarakat tersebut.

Senyampang dengan itu, mantan Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung ini menuturkan, RSCM akan membantu proses transformasi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Dari yang saat ini kelas B, menuju kelas A.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @humaskabbojonegoro


Wabup Bojonegoro Nurul Azizah berterima kasih atas kunjungan dr. Supriyanto. Dia juga lega, Dirut RSCM sejak awal November 2023 tersebut bersedia membantu transformasi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo ke kelas A.

Direktur RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo yakni dr. Ani Pujiningrum, menyampaikan hal serupa. Dia menambahkan, memang banyak tantangan perlu dihadapi pihaknya untuk bertransformasi menjadi kelas A.

“Namun demikian, kami optimis mampu,” tutur dr. Ani, Sabtu (5/4/2025).

Diketahui, RS kelas A dituntut memiliki pelayanan medik dan penunjang medik, pelayanan keperawatan dan kebidanan serta pelayanan nonmedik. Secara umum, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro sudah menyediakan.

Yang belum tersedia adalah pelayanan medik sub spesialis. Pemenuhan jenis pelayanan ini bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Khususnya dokter spesialis dan subspesialis.

Baca Juga :  Hutan Bojonegoro Hasilkan 15.000 Ton Tebu, Dikirim ke Madiun

“Di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo belum tersedia dokter subspesialis. Baru ada tujuh dokter spesialis,” jelasnya.

Perihal bangunan dan sarana, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo telah memenuhi standar RS kelas A sebesar 96,3 persen. Hanya ada satu ruangan belum tersedia, yaitu ruangan Respiratory Intensive Care Unit (RICU).

RICU merupakan ruang perawatan intensif pasien dengan penyakit pernafasan akibat gangguan pada organ lain. RICU direkomendasikan ada di RS kelas A, namun tidak wajib. Alias, opsional. Jika ada, tentu lebih bagus.

Prasyarat transformasi RS dari kelas B ke A, juga pemenuhan peralatan. Salah satunya jumlah bed. Berdasarkan standar, RS kelas A minimal memiliki 250 bed. Saat ini,  RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo memiliki 500 bed. Jadi, sudah melebihi standar.

“Selebihnya, berbagai syarat yang masih kurang, akan kami lengkapi atau penuhi secara bertahap,” pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!