Jimpitan Telur Gayatri Menetas Gizi, ASN Kecamatan Margomulyo Borong Membeli

KEMANDIRIAN: Salah satu ASN Margomulyo menyerahkan telur ayam Gayatri kepada penerima. (Foto: Istimewa. Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Bukan pasar tradisional, bukan toko kelontong, namun penjualan telur ini begitu laris di ruang kantor Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Telur-telur Gayatri ini pun seakan menjadi rebutan.

Penjualnya ramah. Senyum. Pembelinya juga semringah. Kemasan telur 2 kilogram (kg) itu pun laris. Para aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Margomulyo, memborongnya. Satu per satu membeli. Endog atau telur pun tak tersisa.

Penjualan telur Gayatri, pada Senin (18/5/2026) ini pun ludes. Sebanyak 54 kilogram dalam satu jam. Telur-telur ini hasil panen dari program gerakan beternak ayam mandiri (Gayatri) Bojonegoro.

Peternak merupakan masyarakat Kecamatan Margomulyo atau keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan program Gayatri. Satu KPM mendapat 45 ekor ayam petelur. KPM mendapat kandang dan pakan. Saban hari ayam bertelur.

Tatik salah satu ASN tampak membeli telur. Antre. ASN Kecamatan Margomulyo ini menyodorkan uang. Penjual pun memberi telur. Tak lupa menyertakan nota. Transaksi pun terjadi.

Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono juga ikut meramaikan membeli telur Gayatri. Pihaknya membeli 4 kilogram. Untuk konsumsi di rumah.

‘’Setiap habis apel, kami bersama-sama membeli telur Gayatri. Sesuai surat edaran (SE) bupati, ASN membeli telur Gayatri,’’ tutur Joko Tri sapaannya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (19/5/2026).

AYAM BERTELUR: Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono memanen telur dari ayam Gayatri. Telur dimanfaatkan untuk konsumsi dan dijual ke masyarakat. (Foto: Istimewa/ Bojonegoro Raya).

Jumat List Pesanan, Senin Ambil ke Kandang Ayam

Mekanisme penjualan telur Gayatri di Kantor Kecamatan Margomulyo, terasa tidak memberatkan peternak atau KPM. Peternak tak perlu membawanya ke kantor kecamatan.

Sebaliknya, setiap Jumat malam, ada petugas yang me-list ASN yang bakal memesan telur Gayatri. Terperinci. Ada nama pembeli serta jumlah pesanan telur.

‘’Pihak kecamatan kerja sama dengan Bumdes (badan usaha milik desa) untuk menyerap telur Gayatri dari KPM,’’ tutur Joko Tri.

Baca Juga :  Pelajar SMPN 4 Bojonegoro Tertarik menjadi Jurnalis, Punya Ekstrakulikuler Jurnalistik

Mantan Camat Baureno itu mengatakan, Bumdes yang membeli satu per satu KPM. Jejaring. Tentu, setiap KPM memiliki stok telur yang berbeda. Setelah terkumpul, pengepul atau Bumdes yang membawa telur ke kecamatan. Efisien.

SE bupati, menurut Joko Tri, menginstruksikan ASN membeli telur Gayatri minimal sebulan 2 kilogram ini cukup bagus. Stabilitas harga telur terjaga. Kemandirian terjaga.

Misalnya, saat ini, harga telur anjlok, justru dengan SE ini harga jual telur Gayatri stabil. Harga telur kurang bagus, seiring minimnya kebutuhan.

‘’Terutama saat ini ketika penjualan telur susah. Kesulitan. Justru, telur Gayatri ini terserap mudah. Ada surat edaran,’’ tutur pria pernah menjabat kabid di BKPP tersebut.

SALURKAN PROTEIN: Para ASN di Kecamatan Margomulyo membagikan bingkisan telur kepada balita-balita untuk asupan gizi. (Foto: Istimewa/ Bojonegoro Raya).

Jimpitan Telur Gayatri, untuk Balita Butuh Gizi

Jimpitan, biasanya diterapkan di rukun tetangga (RT). Namun, Kecamatan Margomulyo, setiap Jumat gelar jimpitan. Tradisi menghimpun uang recehan. Jimpitan Gayatri. Yakni, menghimpun uang Rp 2000 hingga Rp 5.000 dari para ASN di kecamatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi tersebut.

Setelah uang terkumpul, selanjutnya dibelikan telur Gayatri. Menyambangi para peternak Gayatri. Ada pesan tersendiri, ketika para ASN membeli telur ke peternak Gayatri.

‘’Merasa diwongke (istilah Jawa: berarti menghargai). Pak Camat aja membeli telur Gayatri,’’ tutur Joko Tri dengan senyum.

Tidak sekadar membeli telur Gayatri, Camat Margomulyo ini juga mengajak petugas PPL (penyuluh peternakan lapangan) dinas peternakan dan perikanan (disnakkan). Menyambangi peternak ayam petelur Gayatri.

‘’Tujuannya mengajak PPL ini sekaligus pengawasan terhadap kondisi peternakan ayam. Bisa konsultasi. Di sinilah fungsi pengawasan,’’ tuturnya.

Selain konsultasi, menurut dia, PPL disnakkan sekaligus pengawasan terhadap KPM. Mengecek ayam sehat. Kandang bersih. Dan, bisa bercakap dengan peternak.

Jimpitan telur Gayatri ini sasarannya diberikan kepada balita-balita butuh asupan gizi. Pemberiannya berbasis data. Balita yang mendapat tentu ada SK. Sehingga, penyaluran jimpitan telur Gayatri ini tepat sasaran.

Baca Juga :  Merindu Sinyal Internet di Ruang Belajar

Berdasar laman Halodoc, setiap telur mengandung sekitar 6-7 gram protein. Komposisi 3,5 gram pada putih telur. Dan, 2,5 gram pada kuning telur. Tentu, telur menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi. Mengandung sembilan asam amino esensial.

‘’Kita bersama-sama berupaya mencegah stunting,’’ tutur Joko Tri.

Serahkan Telur Gayatri, Sekaligus CKG

Saat menyerahkan telur Gayatri kepada para balita, pihak kecamatan sekaligus cek kesehatan gratis (CKG). Sekaligus. Bersamaan antara pemberian telur Gayatri dan mengecek kesehatan.

Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengajak ahli gizi Puskesmas Margomulyo. Mengajak visit mengunjungi keluarga balita yang akan mendapat telur. Saat di rumah balita, sekaligus konsultasi kesehatan. Serta, cek kesehatan gratis.

Ahli gizi bisa mengecek gizi kepada balita-balita yang mendapat sasaran bantuan. Tumbuh kembang balita. Kandungan gizi dan kesehatannya. Mencatat.

Dari kawasan Margomulyo yang berjarak 64 kilometer dengan pusat perkotaan Bojonegoro, mengalir manfaat telur Gayatri. Ada silaturahmi. Konsultasi. Serta, manfaat protein untuk gizi. (kza)

error: Content is protected !!