Bulog Bojonegoro Ditarget Menyerap 21.349 Ton Gabah

SAMPAIKAN KETERANGAN: Ferdian Darma Atmaja saat konferensi pers di kantornya, Kamis (10/4/2025). (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro ditarget menyerap gabah sebanyak 21.349 ton. Berasal dari petani Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.

Penyerapan 21.349 ton gabah tersebut merupakan target dalam kurun waktu awal Januari–medio April 2025. Terkini, target penyerapan gabah dimaksud telah terpenuhi.

“Bahkan, sudah melebihi target,” kata Kepala Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja, Kamis (10/4/2025).

Sebab, per Kamis (10/4/2025), Bulog Bojonegoro telah menyerap gabah petani sebanyak 22.307 ton. Jika dikalkulasi, sudah selisih 958 ton dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Namun, gabah itu tidak berasal dari Bojonegoro saja. Tapi juga dari Tuban dan Lamongan,” imbuhnya.


Ferdian menilai, Bulog Bojonegoro kurang mungkin menyerap seluruh gabah petani Bojonegoro. Karena, kapasitas serapan pihaknya terbatas. Juga, terbagi di tiga wilayah kerja yakni tiga kabupaten.

Kendati demikian, eks Kepala Bulog Madiun itu menyebut, pihaknya akan terus memaksimalkan penyerapan gabah. Dengan harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram (kg).

“Sesuai jadwal, penyerapan gabah ini berakhir pada 30 April 2025. Perkiraan kami, hasilnya lebih 25 persen dari target,” pungkasnya.

Diketahui, di awal 2025 ini, Bulog Bojonegoro tampak kuwalahan menyerap gabah petani. Sebab, tengah berlangsung panen raya padi. Stok pasokan gabah sangat melimpah.

Kondisi dimaksud membuat harga gabah di pasaran anjlok. Diutak-atik tengkulak. Di Bojonegoro, harga gabah baru-baru ini berkisar antara Rp 5.100-5.300 per kg. Petani mengeluh rugi.

Para petani yang mengetahui bahwa pemerintah melalui Bulog berkenan membeli gabah dengan harga Rp 6.500 per kg, menjadi gelagapan. Merajuk. Ingin gabahnya dibeli Bulog. (sab/kza)

Baca Juga :  Demo Aliansi Bojonegoro Melawan, Layangkan Sembilan Tuntutan
error: Content is protected !!