BOJONEGORORAYA – Dag-dig-dug siswa lulusan SMA, SMK, dan MA di Bojonegoro menantikan pengumuman seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Besok sore atau Rabu (28/5/25) pukul 15.00 WIB, mulai pengumuman masuk PTN jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT).
Tentu ada yang lolos sesuai keinginan jurusan kampus PTN yang dituju. Namun, ada juga yang harus sabar–jika tidak masuk ke PTN pilihan.
Masih ada cara lain agar tetap berkuliah. Terutama, pintu berkuliah di kampus lokal Bojonegoro masih terbuka. Kampus-kampus lain pun menanti.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengatakan, pihaknya pun menunggu pengumuman UTBK SNBT.
Hidayat Rahman mengatakan, apapun hasilnya, siswa lulusan SMA dan SMK di Bojonegoro tentu harus semangat dan terus berkuliah.
Siswa lulusan SMA dan SMK sederajat di Bojonegoro, tandas dia, harus terus berupaya menuntut ilmu ke jenjang berikutnya, perguruan tinggi.
‘’Saya berharap, anak-anak terus sekolah, ke perguruan tinggi,’’ katanya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (27/5/25).
Meski belum mengetahui hasil pengumuman UTBK SNBT, Hidayat Rahman optimistis banyak anak didiknya masuk ke PTN melalui jalur UTBK SNBT.
Dia juga meminta, siswa lulusan SMA dan SMK yang diterima PTN, betul-betul melanjutkan. Jangan sampai menyiakan kesempatan berkuliah di PTN.
‘’Selamat kepada anak-anak yang diterima di kampus (PTN) pilihannya. Mudah-mudahan bermanfaat untuk masa depanmu,’’ tuturnya.
Bisa Berkuliah di Kampus Lokal Bojonegoro
Hidayat Rahman menyadari tentu terdapat siswa lulusan SMA dan SMK di Bojonegoro yang gagal masuk PTN melalui UTBK SNBT tersebut.
Kendati demikian, pria pernah menjabat Kacabdindik Jatim Lamongan tersebut mengatakan, masih ada cara lain untuk tetap berkuliah.
‘’Bisa melalui jalur-jalur lain (untuk masuk ke perguruan tinggi, red),’’ tuturnya menenangkan.
Upaya masuk ke PTN jalur lain, menurut Hidayat Rahman, bisa melalui jalur mandiri. PTN dan kampus biasanya membuka jalur mandiri.
Hidayat Rahman juga mengatakan, siswa yang belum lolos UTBK SNBT bisa berkuliah di kampus-kampus lokal di Bojonegoro. Banyak pilihannya.
‘’Saya berharap anak-anak terus kuliah. Di Bojonegoro tidak apa,’’ tutur mantan Kepala SMKN 2 Bojonegoro itu.
Menurut Hidayat Rahman, di Bojonegoro banyak perguruan tinggi yang bergeliat. Akreditasinya baik. Prestasinya pun mulai tampak.
Di Bojonegoro Ada 15 Perguruan Tinggi Siap Menampung
Bojonegoro memiliki kampus lokal yang bergeliat. Ada 15 kampus lokal, memiliki segmentasi bidang yang berbeda. Rerata, jurusan atau prodinya sudah terakreditasi.
Adapun, 15 kampus lokal meliputi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Universitas Bojonegoro (Unigoro), Stikes Muhammadiyah Bojonegoro.
Lalu, IKIP PGRI Bojonegoro, STIE Cendekia, Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, Stikes Rajekwesi, IAI Al-Fatimah, STEBI Al-Rosyid.
Berikutnya ada pula Institut Attanwir, Poltekkes Kemenkes (eks Akademi Kebidanan), Istek Icsada, STEI Permata, dan STIT Muhammadiyah.
Kampus lokal tersebut rerata di kawasan perkotaan Bojonegoro. Namun, ada juga di wilayah Kecamatan Dander, Sumberrejo, dan Padangan. (sab/kza)


