Siswa-siswi PAUD dan TK Sukowati Ngungsi ke Balai Desa, Terganggu Bau Pabrik PT Sata Tec Indonesia

TERUSIR: Siswa-siswi PAUD dan TK Sukowati mengungsi di Balai Desa Sukowati, Selasa (3/6/2025) pagi. Sekolahnya diganggu bau menyengat dari pabrik PT Sata Tec Indonesia. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Siswa-siswi PAUD dan TK Harapan Bunda di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro terpaksa meninggalkan ruang kelas dan gedung sekolahnya.

Anak-anak belia yang sedang menempuh pembelajaran untuk tumbuh kembangnya itu dibawa mengungsi oleh pihak sekolah ke Balai Desa Sukowati.

Penyebabnya, mereka tidak tahan menghirup bau menyengat yang keluar dari cerobong asap pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia di dekat sekolahnya.

Lisa, salah satu wali siswa PAUD mengaku sedih dengan kondisi tersebut. Miris. Anaknya yang bersekolah harus ngungsi karena bau pabrik PT Sata Tec Indonesia.

Dika Martania, salah satu guru PAUD Harapan Bunda mengatakan hal serupa. Pihaknya mengaku geram atas kondisi tidak mengenakkan tersebut.

Dika Martania mengaku sudah tidak tahu lagi. Pegal. Sudah berulang kali murid-muridnya terdampak bau menyengat dari pabrik PT Sata Tec Indonesia.

Pihaknya sudah mengadu ke PT Sata Tec Indonesia terkait bau menyengat yang mengganggu murid-muridnya itu. Tetapi, sejauh ini hanya dibalas janji saja.

“Padahal telah ada kesepakatan bersama bahwa pabrik (PT Sata Tec Indonesia, red) tidak akan beroperasi pada jam sekolah,” jelasnya, Selasa (3/6/2025).

Kepala Desa Sukowati Amik Rohandi membenarkan peristiwa miris di desanya tersebut. Tentu, lanjut dia, pihaknya mempersilakan penggunaan balai desa.

“Ini sifatnya darurat. Kasihan anak-anak. Kami izinkan PAUD dan TK menggunakan balai desa untuk aktivitas belajar mengajar,” tegasnya.

Amik meneruskan, Pemdes Sukowati sudah berupaya mengurai masalah antara PAUD dan TK Harapan Bunda dengan PT Sata Tec Indonesia. Namun, buntu.

Oleh karena itu, Pemdes Sukowati kini dibantu langsung oleh Pemkab dan DPRD Bojonegoro untuk menyelesaikan problem dimaksud.

Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro Mitroatin membenarkan hal ini. Senin (2/6/2025), dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Sukowati.

Baca Juga :  Banjir Bandang Kembali Terjadi, Menyapu Ngasem dan Kalitidu, Satu Warga Meninggal Dunia

Dia menilik kondisi PAUD dan TK Sukowati, SDN Sukowati, serta pabrik PT Sata Tec Indonesia–yang semuanya berdekatan. Selemparan batu saja.

Dalam sidak itu, Mitoratin merasakan langsung bau menyengat keluar dari pabrik PT Sata Tec Indonesia–yang mengusir siswa-siswi PAUD dan TK.

Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro itu bahkan sempat mual-mual kala menghirup bau dimaksud. Tidak tahan bau tembakau yang amat menyengat.

Diwawancara usai sidak, Mitroatin menyatakan, manajemen PT Sata Tec Indonesia tampak apatik terhadap persoalan ini.

Bahkan, manajemen PT Sata Tec Indonesia terkesan tidak menghargai kedatangannya dalam sidak tersebut. Sambutannnya sinis. Tidak terbuka.

“Kami sangat kecewa, kehadiran kami dianggap (manajemen PT Sata Tec Indonesia, red) seperti akan merampok,” sesalnya.

Padahal, kata Mitroatin, pihaknya datang ke perusahaan itu untuk mencari solusi agar operasi PT Sata Tec Indonesia bisa berjalan baik dan sonder menggangu.

Mitroatin turut menyangsikan, apakah PT Sata Tec Indonesia sudah mengantongi izin yang sesuai setelah ditutup paksa secara sementara pada awal 2025 lalu.

“Sebelumnya kami sudah pernah membahas masalah ini di DPRD Bojonegoro. Akan kami bahas lagi,” tegasnya.

Sementara itu, PT Sata Tec Indonesia bungkam perihal problemnya yang terbaru ini. Juru bicara PT Sata Tec Indonesia Nur Hidayat, enggan bicara.

“Mohon maaf. Saya no comment,” ujarnya singkat.

Diketahui, persoalan lingkungan akibat operasional PT Sata Tec Indonesia di Desa Sukowati ini bukan barang baru. Sebelumnya, sudah terjadi beberapa kali.

Berdasarkan analisa dokumen dilakukan Pemkab Bojonegoro awal 2025 lalu, PT Sata Tec Indonesia juga tidak mengantongi izin operasi yang proper atau sesuai.

Salah satu konsekuensinya, Pemkab Bojonegoro menghentikan sementara operasional PT Sata Tec Indonesia pada Februari 2025 lalu. (sab/kza)

Baca Juga :  Jipang Provinsi Baru: Makmur dari Minyak Bumi, Penyatu Padangan—Cepu
error: Content is protected !!