Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro (15)

Disambut Hangat Persaudaraan dan Liris Gamelan di Kampung Samin

PENJELASAN: Sesepuh Kampung Samin saat menyambut Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro, Jumat (13/6/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Kampung Samin jadi destinasi ketiga yang dikunjungi Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro, Jumat (13/6/2024).

Mereka tiba di kampung turut Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro itu siang–serampung Salat Jumat di Masjid An-Nahdla.

Di kampung cukup terpencil itu, tim revalidasi disambut amat hangat di pendapa. Sesepuh kampung menyilakan dengan rasa persaudaraan.

Senyampang itu, anak-anak kampung sama menabuh gamelan. Bunyinya harmoni. Mengiringi kunjungan tim revalidasi. Liris sekali.
Dalam kesempatan itu, sesepuh kampung menjelaskan banyak hal kepada tim revalidasi. Mulai sejarah, ideologi, peranti, dan kondisi Kampung Samin terkini.

Penjelasan pun tidak sekadar melalui kata-kata. Namun, juga penunjukan visual. Panel informasi, hingga foto-foto sesepuh Kampung Samin.

Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo yang jadi bagian dari tim revalidasi, manggut-manggut menerima penjelasan dimaksud.

Sekian menit di Pandapa Kampung Samin, tim revalidasi geser sedikit ke Rumah Batik Samin. Jaraknya sekitar 30 meter dari Pendopo Samin.

Di situ, tim revalidasi disuguhi praktek langsung pembuatan Batik Obor Sewu, khas Samin. Metodenya tulis atau lukis. Tintanya remasol.

Mirawati Sudjono dan Meliawati Ang juga diberi kesempatan menyanting–membuat Batik Obor Sewu. Keduanya tampak sedikit tegang. Belum biasa.
Usai itu, tim revalidasi diajak masuk rumah. Bercakap panjang lebar dengan para sesepuh Kampung Samin yang berbusana hitam-hitam.

Tim revalidasi juga dijamu makan siang. Menunya sayur lodeh pindang. Lauknya tahu, tempe, pelas. Minumnya air putih dan kopi. Kudapannya pala pendem.

Mirawati Sudjono, salah satu anggota tim revalidasi mengaku kagum dan senang di Kampung Samin. Antusiasme masyarakat dalam menjaga adat tradisi, masih kental.

Dia berharap, antusiasme itu terus hidup. Dipertahankan menerus dari generasi ke generasi. Jangan sampai memudar. Betapa pun zaman terus berkembang.
Mirawati Sudjono juga menyarankan, aneka potensi di Kampung Samin lebih dimaksimalkan. Seninya, budayanya, batiknya.

Baca Juga :  Semarak Seni di Kayangan Api Akhiri Kunjungan Revalidasi

“Khusus perihal pembuatan batik, ke depan kami harap pewarnanya tidak pakai remasol lagi. Tapi alami,” tuturnya.

Personel Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro Yoko Hartono mengatensi masukan dan saran Mirawati Sudjono tersebut.

BP Geopark Bojonegoro, kata Yoko, akan berkoordinasi dengan para terkait untuk membuat tindak lanjut. Demi Kampung Samin yang lebih baik, lebih eksis.

Sementara itu, Disbudpar Bojonegoro juga turut ambil bagian di Kampung Samin. Dinas ini ikut mendukung berbagai langkah positif untuk Kampung Samin.

Salah satunya, saat kunjungan tim revalidasi itu, Disbudpar Bojonegoro mengirim para calon Kange-Yune 2025 ke Kampung Samin.

Puluhan calon Duta Wisata Bojonegoro itu ikut belajar aneka hal tentang Kampung Samin. Menyecapnya sebagai pengetahuan dan mempromosikannya. (sab/kza)

error: Content is protected !!