Jurnalis Bojonegoro–Tuban Safari ke Makassar, Ramaikan Media Gathering PEPC

MEMBAUR: Sejumlah jurnalis Bojonegoro saat mengikuti rangkaian acara media gathering di Makassar, Senin (23/6/2025). (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Puluhan jurnalis Bojonegoro–Tuban safari ke Makassar, Sulawesi Selatan. Berangkat dari Bojonegoro, Minggu (22/6/2025) pagi. Via pesawat terbang. Tiba di Makassar pada Minggu (22/6/2025) siang.

Mereka meramaikan acara Media Gathering Pertamina EP Cepu (PEPC) Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina. Bertemu puluhan jurnalis lain dari Blora, Rembang, Gresik, Surabaya, Sulawesi Selatan, hingga Papua.

Manager Comrel dan CID PEPC Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Rahmat Drajat dan jajarannya menyambut para jurnalis dari banyak daerah penghasil migas itu. Sambutan dilakukan di hotel tempat menginap: Claro Hotel Makassar.

Hari perdana, para jurnalis belum melakukan aktivitas banyak. Santai di hotel, makan, dan jalan-jalan di sekitar hotel. Beberapa di antaranya, ada yang nyekar ke makam Pangeran Diponegoro di Kampung Melayu, Makassar.

Beberapa jurnalis yang berziarah ke Makam Pangeran Diponegoro itu Yusab dari bojonegororaya.com, Tulus dari beritajatim.com, Umam dari kabarbaik.co, Rizki dari blokbojonegoro.com, dan Mulyanto dari beritabojonegoro.com.

Hari kedua, mulai ada aktivitas yang sarat isi. Yakni, 104 jurnalis peserta media gathering itu mendapat paparan perihal seluk beluk industri migas di Indonesia dari Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro.

Dalam kesempatan di Ballrom Claro Hotel itu, Hudi D. Suryodipuro juga menekankan media atau jurnalis penting bagi industri migas. Sebab, media atau jurnalis yang mampu menyuarakan informasi secara kredibel dan dipercaya publik.

“Kami butuh media atau jurnalis agar masyarakat tidak memiliki mispersepsi tentang industri migas,” ujarnya, Senin (23/6/2025) siang.

Dengan nihilnya mispersepsi masyarakat terkait industri migas, Hudi menyebut, aktivitas industri migas–terutama sektor hulu–akan berlangsung lancar. Produksinya bisa optimal. Sonder gangguan sosial.

Dalam kesempatan selanjutnya di forum serupa, Dahlan Dahi yang jadi pembicara memaparkan banyak kepada para jurnalis yang hadir. Konsennya, tantangan media menghadapi perkembangan artificial intelligence (AI) era terkini.

Baca Juga :  Jagongan Petani Milenial Berlangsung Guyub dan Gayeng, Dihadiri Setyo Wahono

Jurnalis senior yang menjadi Ketua Komisi Digital dan Wakil Ketua Komisi Pendataan Dewan Pers sekaligus CEO Tribunnetwork itu mengungkapkan untung rugi media jika enggan memanfaatkan AI untuk kegiatan jurnalistik.

Lepas zuhur, forum itu rehat. Para jurnalis menikmati makan dan minum. Selang satu jam, forum dimulai lagi. Menampilkan Sharing Session Local Hero yang mengawal jalannya Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PEPC Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina. (sab/kza)

error: Content is protected !!