Festival Samin, Pelestarian Teladan di Tepi Hutan

APRESIASI: Nurul Azizah (tengah) bersama masyarakat Samin saat menghadiri Festival Samin (5/7/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro telah menyelenggarakan agenda budayanya, Jumat (4/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025) kemarin.

Agenda budaya tersebut bertajuk Festival Samin. Merupakan yang ke sembilan. Sejak pertama kali digelar masyarakat di tepi hutan Bojonegoro bagian barat itu pada pengujung 2017 silam.

Seperti sebelum-sebelumnya, Festival Samin ke sembilan itu diisi beragam acara dan ritus. Mulai Gumbregan, Umbul Donga, Pentas Karawitan, Pamedharan Batik, hingga Pagelaran Wayang.

Banyak masyarakat dari berbagai unsur datang dan meramaikan Festival Samin ke sembilan tersebut. Termasuk, civitas akademika dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pemkab Bojonegoro pun mengatensi. Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah datang ke Festival Samin tersebut pada Sabtu (5/7/2025) siang, hari kedua. Saat Pamedharan Batik.

Dalam kesempatan itu, Nurul Azizah turut serta dalam prosesi membuat Batik Obor Sewu–sebuah batik khas masyarakat Samin. Dia tampak bahagia mengikuti proses kreatif kultural tersebut.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu juga menerima penyerahan Disertasi “Pitutur Luhur” dari Guru Besar Fakultas Seni Rupa ISI Surakarta Profesor Sugeng Wardoyo.

Ada pula proses seremoni Nurul Azizah menyerahkan desain Pakaian Dinas Harian Aparatur Sipil Negara (PDH ASN) bermotif Batik Obor Sewu kepada tokoh Samin setempat Bambang Sutrisno.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @humaskabbojonegoro


Dalam sambutan, Nurul Azizah mengapresiasi terselenggaranya Festival Samin ke sembilan tersebut. Festival itu, kata dia, penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Dia juga mengisahkan perjuangan Pemkab Bojonegoro memindahkan sebagian tanah makam leluhur Samin Surosentiko dari Sawahlunto, Sumatera Barat ke Bojonegoro pada 2024 lalu.

Wabup asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu juga menandaskan, Pemkab Bojonegoro membuat kebijakan penggunaan identitas Samin di PDH ASN se-Bojonegoro.

Baca Juga :  Tujuh Siswa SD di Bojonegoro Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG: Tunggu Hasil Lab

“Itu semua wujud penghormatan mendalam kami terhadap masyarakat Samin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurul Azizah mengajak semua pihak meneladani tiga ajaran utama Samin Sentiko pada era lampau. Yakni, Laku Jujur, Sabar, Nerimo, dan Trokal (pantang menyerah).

“Kejujuran akan menghindarkan kita dari kehancuran. Sabar dan nerimo membawa kebahagiaan. Trokal mampu mengatasi segala tantangan,” jelasnya.

Lain itu, dia sangat berharap, Festival Samin diselenggarakan rutin setiap tahun. Demi menghormati leluhur. Sekaligus melestarikan identitas dan warisan budaya yang patut diteladani. (sab/kza)

error: Content is protected !!