Hutan Bojonegoro Hasilkan 15.000 Ton Tebu, Dikirim ke Madiun

MENUMPUK: Tebu dari hutan Kecamatan Ngasem, Bojonegoro dilangsir ke truk, Selasa (14/10/2025). Dikirim ke Madiun. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Hutan Bojonegoro kini lebih produktif. Menjadi ladang aneka komoditas perkebunan. Salah satunya, tebu.

Di wilayah hutan Perhutani KPH Bojonegoro saja, ada ratusan hektare ladang tebu. Buah realisasi Program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM).

Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum dan Kepatuhan Perhutani KPH Bojonegoro Sunyoto membenarkan hal itu.

‘’Lahan hutan Bojonegoro ditanami tebu luasnya sekitar 278 hektare,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Jumat (17/10/2025) siang.

Sunyoto meneruskan, ratusan hektare ladang tebu bagian dari Program ATM itu tersebar di enam kecamatan di Bojonegoro.

Meliputi Kecamatan Bubulan, Temayang, Dander, Ngasem, Kedungadem, dan Sugihwaras.

‘’Melibatkan pesanggem (petani hutan, red) atau masyarakat sekitar,’’ imbuhnya.

Pria tinggal di Desa Kauman, perkotaan Bojonegoro itu melanjutkan, produksi tebu dari ladang seluas 278 hektare tersebut cukup maksimal.

‘’Tahun ini targetnya memproduksi tebu 18.000 ton. Saat ini, tercapai 15.000 ton,’’ ungkapnya.

Adapun, Sunyoto mengemukakan, 15.000 ton tebu yang diproduksi di hutan Bojonegoro tersebut dikirim dan diolah di Madiun.

‘’Tepatnya, di PG (pabrik gula, red) Rejo Agung Baru,’’ terang pria hobi bermusik itu.

Lebih lanjut, dia meneruskan, Perhutani KPH Bojonegoro akan terus bersinergi dengan para pesanggem dalam Program ATM.

Selain untuk mengungkit perekonomian para pesanggem, juga guna mendukung agenda Swasembada Gula Nasional pada 2028 mendatang.

Untuk diketahui, luas hutan di Bojonegoro tidak kurang dari 94.397 hektare atau 40% luas total wilayah Bojonegoro. Tersebar di 19 kecamatan.

Lahan hutan itu diotoritasi Perhutani KPH Bojonegoro seluas 50.176 hektare. Sisanya Perhutani KPH Padangan 26.833 hektare.

Lalu, Perhutani KPH Cepu 4.613 hektare, Perhutani KPH Saradan 6.521 hektare, Perhutani KPH Parengan 2.763 hektare.

Terakhir, Perhutani KPH Ngawi 2.450 hektare dan Perhutani KPH Jatirogo 3.125 hektare. Masing-masing menanggung Program ATM pula. (sab/kza)

Baca Juga :  Spektakuler, Julius Atlet Gantole Bojonegoro Raih Perak Porprov 2025
error: Content is protected !!