BOJONEGORORAYA – Benih-benih atlet bulu tangkis usia dini merekah di Bojonegoro. Seiring berakhirnya gelaran Liga Bina Bulu Tangkis (Bintang) Bojonegoro 2025. Raket dan smash anak-anak bergetar dari Bumi Rajekwesi.
Penutupan kompetisi bulu tangkis beregu anak berlangsung di Gedung Olahraga (Gor) Kecamatan Gayam. Kompetisi bergulir sejak Juli ini mempertemukan klub atau persatuan bulu tangkis (PB).
Seri final menutup rangkaian liga dengan dramatis. Kategori beregu putra anak, PB Mannah tampil dominan dan merebut gelar juara 1. Diikuti PB Bangkit di posisi kedua. PB Thanggul Djoyo sebagai juara 3.
Sementara, kategori beregu putri anak, PB Bangkit berada di puncak podium, mengungguli PB Thanggul Djoyo (juara 2) dan PB Mannah (juara 3).
Reynand Abiyyu Fawwas, salah satu pebulu tangkis mengatakan, semua pertandingan seru dan menegangkan. Liga ini mengajarkan kami bahwa di lapangan rival, tapi di luar lapangan semua teman.
‘’Kunci kemenangan kami adalah disiplin dan tidak pernah menyerah, bahkan saat poin sudah jauh. Kami siap untuk Liga Bintang tahun depan,” ujar atlet PB Mannah tersebut.
Syafilla dari PB Bangkit merasakan euforia kemenangan tim. Perjuangan sejak Juli terbayar lunas. Ini bukan hanya kemenangan PB Bangkit, tapi juga persahabatan dan kerja keras tim.
Liga Bintang, Babak Awal Mengukir Prestasi Bulu Tangkis
Penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis anak ini disambut baik para mitra dan pendukung. Ketua Ademos, A Shodiqurrosyad mengatakan, Liga Bintang ini langkah strategis jangka panjang.
‘’Liga Bintang ini bukan hanya kompetisi, tapi sebuah investasi jiwa pada masa depan Bojonegoro. Ini adalah langkah awal. Kami telah menanamkan benih, mari bersama-sama kita sirami agar kelak mereka tumbuh menjadi pohon prestasi yang menaungi nama Bojonegoro di kancah nasional, bahkan dunia,” tutur Arsyad.

Sementara itu, dukungan korporasi menjadi pilar penting terselenggarannya kompetisi ini. Public Government Affair (PGA) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Joni Wicaksono menegaskan komitmen perusahaannya terhadap Liga Bintang Bojonegoro adalah wujud pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasi.
‘’Bulu tangkis adalah olahraga pemersatu bangsa. Melalui ajang beregu ini, kami ingin menanamkan nilai kerja sama tim dan sportivitas sejak dini. Selamat para juara dan seluruh peserta. Kalian adalah bibit emas Bojonegoro. Teruslah berlatih,” pesannya.
Semangat Olahraga di Gayam
Eko Cahyono perwakilan Pemerintah Kecamatan Gayam menyampaikan apresiasi dan bangga Gor menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik Bojonegoro. Antusiasme tinggi ini membuktikan semangat olahraga di Gayam dan seluruh Bojonegoro.
‘’Kami mengapresiasi sinergi EMCL, Ademos, PBSI dan Pemkab Bojonegoro. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif seperti ini, menjadikan olahraga sebagai budaya dan gaya hidup sehat di setiap desa,” jelasnya.
Liga Bina Bulu Tangkis (Bintang) Bojonegoro 2025 telah menutup tirai, namun semangat dan persaudaraan terus menyala.
Ajang ini tidak hanya mencetak daftar juara, tetapi menorehkan sejarah baru bahwa dari desa-desa di Bojonegoro, benih-benih harapan emas bulu tangkis telah tertanam kuat. Menunggu waktu untuk mekar dan harumkan bangsa. (sab/kza)

