Nama Masjid Wisata Religi Dipersoalkan, Sekda Bojonegoro: Selama ini Belum Bernama

DESTINASI WISATA: Masjid wisata religi di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Namanya dipersoalkan. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Bojonegoro mempersoalkan nama masjid wisata religi di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.

Fraksi partai politik diketuai M. Suparno itu menolak nama Samin Baitul Muttaqin yang akan diresmikan untuk masjid wisata religi tersebut. Ingin tetap nama An Nahda sebagaimana telah dikenal publik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto menanggapi pemersoalan tersebut dengan tenang. Dia menyebut, selama ini masjid wisata religi itu sesungguhnya belum bernama.

“Sejak selesai dibangun, masjid wisata religi itu belum ada namanya,” ujar Edi Susanto saat diwawancara Bojonegoro Raya, Selasa (2/12/2025) siang.

Nama An Nahda yang selama ini disematkan untuk masjid wisata religi megah itu, kata dia, bukanlah nama resmi. Baru arbitrer. Belum dicatat secara formil.

“Jadi tidak ada pergantian nama. Pemkab tidak mengganti nama,” tegas mantan Sekretaris DPRD Bojonegoro itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Satito Hadi mengemukakan hal serupa.

“Sampai hari ini, nama masjid itu masih sesuai nama lelang tender, yakni masjid wisata religi. Belum ada nama resmi selain itu,” terangnya.

Kelak, kata Satito, masjid wisata religi tersebut akan diwenangi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Sekda) Bojonegoro ketika sudah diresmikan.

Kepala Bagian Kesra Setda Bojonegoro Eko Edy Isnaryanto membenarkan hal tersebut. Dia menambahkan, nama Samin Baitul Muttaqin untuk masjid wisata religi telah diputuskan para pihak terkait.

“Nama Samin Baitul Muttaqin itu merupakan nama pertamanya. Jadi, tidak ada pergantian nama,” imbuhnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Manajemen PLN UP3 Bojonegoro Silaturahmi ke Pesantren Langitan
error: Content is protected !!