BOJONEGORORAYA — Minat mahasiswa Bojonegoro terhadap jurnalistik, masih cukup tinggi. Mereka aktif berkarya melalui pers mahasiswa (persma).
Bojonegoro Raya sangat mendukung. Salah satu wujudnya, selalu merestui jurnalisnya menjadi pemateri pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa.
Beberapa waktu belakangan, Jurnalis Bojonegoro Raya Yusab Alfa Ziqin mendapat tiga undangan menjadi pemateri pelatihan jurnalistik.
Tiga undangan itu dikirim persma IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas Bojonegoro (Unigoro), dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri).
Yusab Alfa Ziqin menyambut ketiganya. Jurnalis memegang sertifikasi Wartawan Madya dari Dewan Pers itu menghadiri semuanya.
Di IKIP PGRI Bojonegoro, jurnalis Bojonegoro Raya akrab disapa Yusab tersebut memberikan materi tentang berita, penulisannya, dan ruh kritisnya.
Sekitar 20 mahasiswa mengikuti pelatihan di Audiotorium IKIP PGRI Bojonegoro, Senin (22/12/2025) pagi itu. Mereka calon anggota persma Sinergi IKIP PGRI Bojonegoro.

Di Unigoro, Yusab memaparkan materi tentang feature. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tersebut membedah feature sebagai berita yang bercerita.
Belasan mahasiswa menjadi peserta dalam pelatihan berlangsung di Modern Class, Fakultas Hukum Unigoro, Sabtu (10/1/2026) siang itu.
Mereka calon anggota persma Unigoro. Bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian Pengabdian Jurnalistik (P2J) Unigoro.

Sedangkan, di Unugiri, Yusab menyampaikan materi tentang Fotografi Jurnalistik. Pelatihan itu bergulir pada Kamis (15/1/2026) sore.
Sekitar 20 mahasiswa menyimak pelatihan di Gedung Fakultas Adab dan Syariah Unugiri tersebut. Mereka calon anggota persma Arus Giri Unugiri.



Pemimpin Redaksi Bojonegoro Raya Khorij Zaenal Assrori mengatakan, pihaknya senang melihat minat mahasiswa Bojonegoro terhadap jurnalistik.
‘’Kami akan senantiasa mendukung minat mahasiswa terhadap jurnalistik,’’ ujarnya, Kamis (15/1/2026) malam.
Dia memastikan, asal ada kesempatan dan memungkinkan, Bojonegoro Raya bersedia membagikan pengetahuan jurnalistik kepada mahasiswa.
‘’Melalui pelatihan atau kegiatan lainnya, silakan. Kami sedia berbagi pengetahuan,’’ tuturnya.
Khorij sapaannya meneruskan, khusus persma, tidak perlu memikirkan biaya jika meminta jurnalis Bojonegoro Raya menjadi pemateri pelatihan.
‘’Tidak perlu menyiapkan honor, biaya akomodasi, atau transportasi,’’ tandasnya.
Menurut Khorij, pembebasan biaya tersebut bagian dari tanggung jawab sosial Bojonegoro Raya sebagai suatu perusahaan.
‘’Kami perusahaan pers. Kami merasa wajib berkontribusi untuk pendidikan pers,’’ pungkasnya. (*)


