Bupati Wahono Mutasi 201 Pejabat di Kayangan Api, Simpan Makna dan Filosofi

PEMIMPIN: Bupati Wahono saat memberi pengarahan dalam pelantikan hasil mutasi di Kayangan Api, Kamis (28/1/2026) pagi. (Foto: Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Agenda mutasi pejabat Pemkab Bojonegoro telah bergulir. Sebanyak 201 pejabat berpindah posisi. Perombakan besar-besaran. Umbyukan.

Di tingkat jabatan pimpinan tinggi pratama, sembilan pejabat dimutasi. Administrator 73 pejabat. Pengawas 116 pejabat. Auditor, bidan, dan fungsional rumah sakit, satu pejabat.

Teratas, Andik Sudjarwo kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Menggantikan Kusnandaka Tjatur yang kini menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Jabatan Asisten Administrasi Umum ditinggalkan Andik Sudjarwo, ditempati Machmudin yang sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro.

Sementara, Djoko Lukito yang sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kini menjadi Kepala DPMD Bojonegoro menggantikan Machmudin.

Selanjutnya, Welly Fitrama yang sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro, kini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro.

Dia menggantikan A’an Syahbana yang kini Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. A’an Syahbana mengisi jabatan lama Elzadeba Agustina yang kini Kepala Disbudpar Bojonegoro.

Selanjutnya, Mahmudi sebelumnya Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, kini Kepala Disperinaker Bojonegoro. Dia tukar posisi dengan Amir Syahid yang kini Kepala Bakesbangpol Bojonegoro.

Di tingkat administrator, ada pergantian camat, sekretaris camat, sekretaris dan kepala bidang di dinas/badan. Termasuk, di Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bojonegoro yang baru dibentuk.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melantik para pejabat dalam jabatan barunya itu di Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Kamis (28/1/2026) pagi.

Para pejabat Pemkab Bojonegoro dalam posisi anyar itu mengucapkan sumpah jabatan bersama. Serentak. Di bawah tanting kitab suci sesuai agamanya masing-masing.

Kepada awak media seusai memimpin pelantikan, Bupati Wahono mengatakan, mutasi para penggawa-nya itu sesuai regulasi. Diputuskan melalui serangkaian uji kompetensi.

“Bukan karena suka atau tidak suka,” tegasnya.

Baca Juga :  ASN Pemkab Bojonegoro Mulai Ngantor Naik Sepeda, Jarak Jauh Tidak Wajib

Bupati Wahono berharap, para pejabat hasil mutasi itu amanah. Memberikan kinerja maksimal. Demi tatanan birokrasi lebih baik dan pelayanan lebih prima untuk masyarakat.

‘’Kami akan rutin mengevaluasi siapa (pejabat, red) yang (kinerjanya, red) kurang,’’ imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, prosesi mutasi pejabat Pemkab Bojonegoro di Kayangan Api ini merupakan hal unik. Momen perdana. Istimewa. Lain dari biasanya.

Yang sudah-sudah, prosesi birokrasi itu diselenggarakan di Pendapa Malawapati, Ruang Angling Dharma, atau Batik Madrim, Kompleks Pemkab Bojonegoro.

Perihal pemilihan Kayangan Api sebagai lokasi mutasi, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Hari Kristianto mengungkap makna dan filosofinya.

Kayangan Api, terang pejabat akrab disapa Hari tersebut, merupakan api abadi. Simbol semangat dan kekuatan yang tidak pernah padam.

‘’Representasi tekad birokrasi dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (27/1/2026) malam.

Lain itu, lanjut Hari, mutasi di Kayangan Api merupakan salah satu langkah untuk mengentalkan Geopark Bojonegoro.

‘’Kayangan Api merupakan geosite Geopark Bojonegoro. Destinasi wisata unggulan Bojonegoro,’’ imbuhnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!