BOJONEGORORAYA – Gedung DPRD Bojonegoro tampak bercahaya. Lampu menyala. Para anggota DPRD Bojonegoro bersiap gelar rapat paripurna tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025, Rabu (11/3/2026).
Rapat bermula. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tiba. Duduk di depan bersama empat pimpinan DPRD Bojonegoro. Memakai kemeja putih, Setyo Wahono naik mimbar podium. Paparkan capaian kinerja Pemkab Bojonegoro, setahun lalu.
Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar memimpin jalannya sidang paripurna. Setelah anggota DPRD yang tiba memenuhi kuorum, selanjutnya mempersilakan bupati memaparkan LKPJ kinerja satu tahun lalu.
Tindak lanjut membedah LKPJ, otoritas DPRD bentuk empat panitia khusus (pansus). Para legislator akan mengkajinya. Menelaah. Mengevaluasi kinerja eksektutif.

Bupati Wahono menyampaikan, LKPJ adalah amanat konstitusi harus disampaikan sebagaimana pelaksanaan tentang pemerintahan daerah. Pemkab Bojonegoro pada 2025 berupaya mencapai target pembangunan melalui berbagai potensi.
“Pemkab juga turut serta bersinergi dan berkolaborasi. Serta, secara berkesinambungan dengan pembangunan pemerintah pusat dan provinsi,” tutur bupati kelahiran Desa Dolokgede tersebut.
Wahono melanjutkan, upaya kinerja dengan komitmen bersama dalam arah kebijakan. Simultan dengan tema pembangunan daerah dan ketentuan rencana pembangunan jangan menengah daerah (RPJMD) 2025-2029.
Meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, memalui pengembangan, ketersedian dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Serta, optimalisasi penataan kawasan.
“Secara garis besar penyelenggaraan pemerintah daerah dengan biaya APBD terselengara sesuai,” klaimnya.

Pansus DPRD Berisi Semua Fraksi, Telaah Kinerja Bupati
Sementara itu, Abdulloh Umar menegaskan, anggota DPRD yang hadir dalam rapat bakal mencermati LKPJ 2025. Membentuk empat pansus. Masing-masing melibatkan perwakilan fraksi.
“Pansus akan membahas LKPJ, mengkaji banyak program yang disampaikan bupati,” tutur politikus asal Desa Pasinan, Kecamatan Baureno tersebut.
Rapat paripurna berjalan tanpa ada interupsi itu, setiap pansus terdapat tiga nama ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Pansus pertama berisikan Lasmiran, Choirul Anam, dan Mustakim.
Pansus kedua yakni Sutikno, Muhadi, dan Didik Tri Setyo Purnomo. Selanjutnya, Pansus ketiga beranggotakan Supriyanto, Rozi, dan Maftukhan. Pansus Keempat meliputi Imam Solikin, Amin Tohari, dan Sukur Priyanto.
Empat pansus akan mengevaluasi mendetail kinerja pemerintahan dengan nakhoda Setyo Wahono dan Nurul Azizah tersebut. Menelaah derap pembangunan, arah kebijakan, dan penggunaan anggaran. (man/kza)

