Air Diduga Bercampur Gas Menyembur di Kanor, DLH Beber Hasil Pemeriksaan

GANJIL: Warga tunjukan semburan air diduga bercampur gas di Dusun Turasan, Rabu (19/3/2025) siang. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Dusun Turasan, Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Bojonegoro mendadak geger, Selasa (18/3/2025) kemarin.

Di sebuah lahan kosong turut dusun itu, ada air diduga bercampur gas. Menyembur naik ke permukaan. Keluar dari bawah pohon klampis. Sedikit berbau belerang.

Secara kasat mata, air diduga bercampur gas menyembur dari bawah pohon klampis tersebut berwarna kecoklatan. Disertai banyak gelembung air.

Diketahui, lahan kosong yang menjadi lokasi fenomena alam ganjil itu milik keluarga Sulasih (55), warga Dusun Turasan, Desa Sumberwangi.

Sulasih mengungkapkan, air diduga bercampur gas menyembur di lahan kosongnya itu sesungguhnya bukan hal baru. Tapi sudah lama terjadi.

“Sudah sekitar tiga tahun, tapi ya dibiarkan saja. Tidak tahu sebabnya,” ujarnya, Rabu (18/3/2025).

Hanya saja, sebelum kali ini, Sulasih mengatakan bahwa air diduga bercampur gas tersebut tidak menyembur. Hanya merembes kecil dari bawah pohon klampis.

“Setelah menyembur ini, ada warga sini yang memvideokan. Viral. Banyak warga datang ke sini. Gegerlah,” imbuhnya.

Warga datang tidak hanya dari sekitar lokasi. Namun, juga dari kecamatan lain. Hingga, kabupaten tetangga seperti Lamongan dan Tuban.

“Mereka penasaran. Ingin melihat langsung air diduga bercampur gas yang menyembur ini,” tutur Sulasih.

Lebih lanjut, Sulasih berharap, ada pihak menanggapi fenomena ganjil di lahan kosongnya itu. Melakukan pemeriksaan, memberi pemahaman, dan tindaklanjut.

“Air diduga bercampur gas yang menyembur ini berbahaya atau tidak, saya atau kami, masih belum tahu,” pungkasnya.

BINGUNG: Sulasih saat diwawancara, Rabu (19/3/2025). Tidak tahu penyebab fenomena ganjil di lahan kosongnya. (Foto: Istimewa)

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, pihaknya sudah mengecek semburan air diduga bercampur gas itu.

Pengecekan tersebut dilakukan Rabu (19/3/2025) ini. Dalam pengecekan, pihaknya juga mengambil sampel untuk diukur dengan parameter insitu.

Baca Juga :  Pencabutan Perda Desa Masih Direm, DPRD Bojonegoro Minta Libatkan Pemdes

Adapun, hasil uji insitu mengemukakan bahwa air diduga bercampur gas itu memiliki ph 7.67, masuk kategori normal sesuai range 6-9.

“Suhu airnya 30,6° celcius. Baunya tidak menyengat. Nilai baku mutunya do 4.33 mg/l,” jelas Luluk.

Dengan nilai baku mutu tersebut, air diduga bercampur gas yang menyembur itu terbilang aman. Masih di atas baku mutu minum (do 3 mg/l).

Namun demikian, Luluk mengatakan, pihaknya tetap meminta masyarakat dan pemerintah desa setempat untuk memantau perkembangannya.

“Perihal apa penyebab semburan air diduga bercampur gas itu, akan kami kaji lebih lanjut,” pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!