Komisi B DPRD Pastikan CFD di Sejumlah Desa Tumbuhkan Ekonomi Lokal

BAKAL BERLANJUT: Warga bersenang dan ceria menikmati CFD di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru. CFD di sejumlah desa menjalar awal Februari lalu.

BOJONEGORORAYACar free day (CFD) berlangsung di desa dan kecamatan di Bojonegoro harus berkesinambungan. Selain pola hidup sehat, ternyata berdampak tumbuhkan ekonomi lokal.

DPRD Bojonegoro mendorong kegiatan minggu pagi ini berlanjut usai Lebaran mendatang. CFD desa menjadi ceruk geliatkan ekonomi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Juga ajang promosi ikon desa.

Ketua Komisi B DPRD Sally Atyasasmi mengatakan, tren positif seiring bermunculan CFD di beberapa desa dan kecamatan. Agenda minggu pagi itu memberikan dampak pola hidup sehat. Terlebih, potensi tumbuhkan ekonomi.

“Ini merupakan inisiasi positif. Tidak hanya penerapan pola hidup sehat. Tetapi menggerakkan ekonomi,” tutur politisi asal Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo tersebut.

Sally mendukung penuh upaya inisiasi beberapa desa dan kecamatan. Kolaborasi elemen pemuda, karang taruna, dan warga hingga menggelar CFD.

Selain tujuan olahraga dan kegiatan tanpa asap kendaraan, CFD ternyata pelaku UMKM mendapat ceruk baru pemasukan.

Adapun, sejumlah CFD berlangsung Minggu pagi ada di beberapa titik. Meliputi CFD di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru. Minggu ceria di Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno.

Menjalar CFD di poros jalan Kecamatan Ngasem. Terbaru, pada Minggu (15/2/2026), CFD di Kecamatan Kedungadem. Berlangsung ramai dan memanfaatkan poros jalan kecamatan.

Sementara itu, CFD di Alun-Alun Bojonegoro juga semakin semarak. Pengunjung juga berdatangan dari masyarakat Kabupaten Tuban.

Ajang UMKM dan Kesadaran Pola Hidup Sehat

Wakil Ketua Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, CFD berlangsung di beberapa desa dan kecamatan membuka ruang tumbuhnya ekonomi lokal.

Gaya hidup sehat dengan jalan kaki diterapkan. Sekaligus pelaku UMKM dapat tambahan pemasukan.

‘’Ada gairah perkembangan UMKM di masing-masing desa dan kecamatan,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengamati CFD masing-masing desa atau kecamatan harus bisa menonjolkan ikon wisata.

Baca Juga :  Pertamina EP Cepu Zona 11 dan 12 Bersiap Menyokong Gayatri, Bagikan 9.450 Ayam Petelur

Tentu, saat agenda dilakukan secara berkelanjutan akan mengangkat nama desa. Terlebih terjadi perputaran ekonomi di level akar rumput. (man/kza)

error: Content is protected !!