BOJONEGORORAYA – Lima titik banjir di Bojonegoro menjadi perhatian serius Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah.
Lima titik banjir tersebut berada di Kecamatan Gondang, Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander, Kecamatan Baureno, dan Kecamatan Bojonegoro.
Untuk itu, Setyo Wahono menggelar Ngopi Bareng bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Rabu (16/4/25) pagi.
Dalam agenda itu, Wahono menegaskan, penanganan banjir wajib menjadi perhatian pemerintah saat ini karena tertuang dalam Program Prioritas Pembangunan Bojonegoro.
Setyo Wahono menginstruksikan OPD saling berkoordinasi dan bersinergi. Agar, penanganan banjir di lima titik tersebut dapat terlaksana maksimal pada tahun ini.
“Penanganan banjir harus tuntas tahun ini,” tuturnya, Rabu (17/4/2025) pagi.
Terpisah, Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Helmi Elisabeth mengemukakan, ada berbagai penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Bojonegoro.
Di antaranya, ada fenomena pendangkalan sungai, irigasi, dan selokan. Selain itu, titik muara air dan serapan air masih sedikit. Ditambah, banyak terjadi alih fungsi lahan.
Dinas PU SDA Bojonegoro, kata Helmi, sudah berkoordinasi dengan berbagai OPD dan pemerintahan desa. Hasilnya, perlu penanganan jangka pendek dan panjang untuk mengatasi banjir.
“Salah satunya, kita perlu melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan,” terangnya.
Terkhusus banjir di Kecamatan Dander, Helmi menyebut, pihaknya masih menganalisa lokasi. Indikasinya, diperlukan bozem atau waduk buatan untuk menampung limpahan air dari hulu.
Banjir di Kecamatan Baureno, Koordinasi dengan BBWS
Banjir di Kecamatan Baureno akibat luapan Sungai Semar Mendem juga cukup genting. Berkaca awal 2025 lalu, banjir di wilayah tersebut sampai merangsek ke sembilan desa.
Mengacu hal itu, Helmi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Meminta normalisasi sungai untuk penanganan jangka pendek.
Untuk jangka panjang, Dinas PU SDA Bojonegoro usul agar ada pembangunan pintu air. Agar, limpahan air dari Sungai Semar Mendem dapat dikendalikan.
Banjir di Kecamatan Gondang, lanjut Helmi, pihaknya sudah merencanakan pembangunan sudetan untuk mengalirkan air ke waduk dan kanal irigasi di sekitarnya. (sab/kza)


