BOJONEGORORAYA — Dunia perkuliahan di Bojonegoro terus berkelindan. Perlahan, kampus-kampus lokal istiqamah tumbuh dan berkembang.
Dalam situasi itu, Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro diam-diam merancang gebrakan. Hendak mendirikan Universitas Muhammadiyah Bojonegoro.
Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro Suwito membenarkan adanya rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Bojonegoro tersebut.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) yang saat ini sudah beroperasi, dipilih menjadi embrio atau cikal bakalnya.
Sehingga, Ketua Stikes Maboro Sudalhar punya peran strategis dalam merancang berdirinya Universitas Muhammadiyah Bojonegoro.
“Beliau (Sudalhar, red) yang mengurus persiapannya,” ujar Suwito saat dihubungi Bojonegoro Raya, Senin (15/9/2025) siang.
Terpisah, Sudalhar tidak menampik bahwa dia didapuk menjadi konduktor berdirinya Universitas Muhammadiyah Bojonegoro.
Ditanya sejauh mana persiapan pembentukan Universitas Muhammadiyah Bojonegoro, akademikus akrab disapa Dalhar itu menjawab diplomatis.
“Saat ini masih berproses,” jawabnya, saat dikonfirmasi Bojonegoro Raya, Senin (15/9/2025) siang.
Perihal apakah Universitas Muhammadiyah Bojonegoro nanti merupakan transformasi dari Stikes Maboro saja. Tunggal—dengan menambah program studi baru.
Atau, transformasi gabungan antara Stikes Maboro dengan kampus Muhammadiyah lain di Bojonegoro, Dalhar juga enggan membuka.
“Untuk lebih tepatnya, nanti kami sampaikan pas launching saja,” tutur doktor ilmu administrasi itu.
Kapan kiranya Universitas Muhammadiyah Bojonegoro bakal di-launching, Dalhar juga belum mengemukakan. Dia masih merahasiakan.
“Kami mohon doa saja. Semoga persiapan Universitas Muammadiyah Bojonegoro berjalan lancar,” pungkasnya.
Sementara, narasumber terpercaya Bojonegoro Raya mengungkapkan, Universitas Muhammadiyah Bojonegoro nanti fokus di kesehatan dan teknologi.
Narasumber enggan ditulis identitasnya itu juga mengemukakan, Universitas Muhammadiyah Bojonegoro nanti merupakan merger dua kampus.
“Yaitu Stikes Maboro dan salah satu sekolah tinggi Muhammadiyah di Bojonegoro,” jelasnya.
Dengan menyatukan Stikes Maboro dan salah satu sekolah tinggi Muhammadiyah itu menjadi universitas, keduanya bisa lebih berkaliber. Lebih diperhitungkan.
“Universitas Muhammadiyah Bojonegoro diharapkan bisa launching 2026 mendatang,” imbuhnya.
Wakil Sekretaris Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Nurhadi sempat menyinggung harapan itu saat menghadiri Wisuda Stikes Maboro, Selasa (9/9/2025).
Dalam sambutan, dia berharap, Wisuda ke-VIII Stikes Maboro itu wisuda terakhir sebagai stikes. Wisuda selanjutnya, diharap sudah sebagai universitas. (sab/kza)


