BOJONEGORORAYA – Rampung mengunjungi tiga site di tepi Bengawan Solo, Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro melaju lagi, Rabu (11/6/2025) siang.
Mobil yang membawa para expert dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI) itu bergerak semakin ke barat daya. Mengaspal di perbukitan.
Sampai di batas Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, mobil tim revalidasi berhenti. Mereka turun. Berlangsir ke mobil Jeep.
Dengan kendaraan gahar itu, tim revalidasi melesat lagi melintasi jalanan perbukitan. Tujuannya melihat Antiklin Kawengan.
Sekitar sepuluh menit, sampailah di tujuan itu. Tim revalidasi turun. Mendekati tebing di tepi tikungan jalan yang ditajuki Antiklin Kawengan.

Di situ, tim revalidasi nampak terpukau. Mereka melihat struktur antiklin yang tidak biasa. Amat kasat mata.
Hanang Samodra, salah satu anggota tim revalidasi mengatakan, Antiklin Kawengan merupakan geosite paling cetho di Geopark Bojonegoro.
Antklin Kawengan yang ‘menjebak’ minyak bumi itu juga situs geologi yang menopang tema Geopark Bojonegoro yakni Petroleum and Gas.
‘’Sehingga, ini (Antiklin Kawengan, red) sangat tepat menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro,’’ ujarnya.
Hanang melanjutkan, ke depan perlu ada papan himbauan rawan longsor dan jalur evakuasi di sekitar tebing Antiklin Kawengan.
‘’Untuk berjaga-jaga bilamana tebing Antiklin Kawengan ini longsor. Itu bisa saja terjadi,’’ tuturnya. (sab/kza)


