BOJONEGORORAYA – Lereng kaki Gunung Pandan menyimpan keunikan geologi, salah satunya sumber mata air asin di Desa Senganten, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.
Lokasinya tidak jauh dari situs Geopark Selo Gajah di Desa Jari. Ada rentetan kekayaan geologi wilayah selatan Bojonegoro. Menjadi daya tarik. Menjadi magnet penelitian.
Meski sumber air asin itu dekat dengan rumah-rumah warga, air baku masyarakat tetap tawar dan segar. Hanya satu rumah yang airnya terasa sedikit asin. Warga akrab menyebut sebagai Sendang Pablengan.
Selain warga Desa Senganten, warga Desa Jari juga memanfaaatkan air asin. Bahkan, air asin untuk menanak ketupat, lontong, hingga daging ayam saat momen Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
Memakai air asin tersebut seakan menambah keuntungan. Makanan tidak cepat basi, lebih tahan 7 sampai 10 hari.
‘’Penggunanya malahan lebih banyak warga Desa Jari. Saat menjelang Lebaran airnya bisa sampai sat (habis),” tutur Minartik warga Desa Senganten saat ditemui Bojonegoro Raya di rumahnya.
Menurut Minartik, pernah mencoba mengirim ketupat ke Sumatera. Hasilnya, tidak basi hingga sampai tujuan. Bahkan, memasak dengan air asin tersebut, daging ayam juga lebih cepat masak.
‘’Kalau digunakan merebus ayam itu gampang gembuk (matang),’’ tutur Minartik.
Kemungkinan Jebakan Air Laut Purba
Burhanudin Arriza praktisi geologi mengungkapkan, sumber mata air asin di dataran tinggi bisa terjadi karena terdapat jebakan air laut purba. Selain itu, bisa terjadi karena proses magmatis, hidrotermal.
‘’Dari proses magmatisme itu akhirnya melarutkan mineral-mineral. Salah satunya mineral garam yang mengontaminasi sumber mata air,” ujar alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut
Praktisi geologi asal Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas itu menegaskan, air asin yang cenderung pahit menandakan kandungan garam tinggi. Berdasar hasil osbservasi, air asin sering dimanfaatkan warga hingga mengering. Namun terisi kembali dan rasanya masih tetap asin.
‘’Kalau kadar garamnya tinggi airnya asin sampai pahit, kalau seperti ini minim (perlu dicek di lab),” jelasnya.
Menurut dia, perlu melakukan pengujian air Sendang Pablengan di labratorium. Memastikan persentase konsentrasi garam yang terkandung.
Menurutnya, sumber mata air asin bisa jadi terhubung dengan hidrotermal di Selo Gajah. Sebab, pada situs tersebut juga terdapat air rembesan dari celah bebatuan dengan rasa asin.
‘’Misalkan dikorelasikan dengan Selo Gajah, jika unsur mineral dan kimia sama, di sana (Selo Gajah) juga bisa digunakan memasak,’’ tutupnya.
Adapun, sebagian wilayah Desa Jari dan Desa Senganten masuk dalam peta wilayah kerja pertambangan (WKP) Geotermal Gunung Pandan. Saat ini sedang penjajakan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (man/kza)


