Bojonegoro Wastra Batik Festival Tumbuhkan Ekonomi Berbasis Budaya, Arumi Mengapresiasi

BERI APRESIASI: Arumi Bachsin saat sambutan dalam seremoni pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival, Rabu (17/6/2026) malam. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYAEvent Bojonegoro Wastra Batik Festival resmi dibuka, Rabu (17/6/2026) malam. Seremoni pembukaan berlangsug meriah. Disaksikan ribuan warga. Diiringi aneka pertunjukan seni budaya.

Ketua Dekranasda Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin hadir dalam seremoni itu. Didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan para pejabat terkait, Arumi Bachsin memimpin seremoni tersebut.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberi sambutan kali pertama. Dia menuturkan, Bojonegoro Wastra Batik Festival di Alun-Alun Bojonegoro tersebut bukan sekadar pameran batik dan kerajinan hasil pelestarian kebudayaan.

Bojonegoro Wastra Batik Festival, tegas dia, juga ruang untuk membuka kolaborasi ekonomi antardaerah, memperkuat jejaring pasar UMKM, dan memajukan pariwisata berbasis budaya di Jatim.

‘’Acara ini memperkuat posisi Bojonegoro sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis budaya,’’ ujarnya, Rabu (17/6/2026) malam.

Bupati asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu meneruskan, melalui acara seperti Bojonegoro Wastra Batik Festival, pihaknya ingin membangun ekosistem batik dan ekonomi kreatif (ekraf) yang lebih maju.

‘’Yang terus bergerak dinamis, adaptif, dan sesuai perkembangan zaman,’’ jelas bupati yang sebelumnya merupakan pebisnis ini.

Salah satu wujud lanjutan atas komitmen itu, Bupati Wahono mengutarakan, Pemkab Bojonegoro meluncurkan marketplace atau platform digital untuk pemasaran produk ekraf Bojonegoro.

‘’Namanya Dodolan Ekraf. Mendorong pelaku ekraf semakin bertransformasi ke pasar digital yang modern, efektif, dan kompetitif, ‘’ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama—setelah Bupati Wahono, Arumi Bachsin menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi terselenggaranya event Bojonegoro Wastra Batik Festival.

‘’Acara ini wujud nyata, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekraf dan pariwisata,’’ ungkapnya.

Bojonegoro yang sebelumnya dikenal kuat dengan energi, pertanian, dan hasil hutan, lanjut dia, kini telah semakin berkembang. Menjadi daerah yang ekrafnya bagus, berbasis budaya.

Baca Juga :  Dua Bulan, Nilai Transaksi e-Bakul Bojonegoro Tembus Rp 7 Miliar

Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak ini berharap, Pemkab Bojonegoro konsisten memajukan ekosistem batik dan ekraf di Bojonegoro. Menurut dia, Pemprov Jatim siap mendukung penuh. (sab/kza)

error: Content is protected !!