Buku Adriyanto Mendadak Jadi Orang Bojonegoro Diluncurkan, Berbingar Keramahtamahan

19/02/2025
Buku Adriyanto - Bojonegoro Raya
CERIA: Adriyanto (tengah) tersenyum lebar dalam intermezzo peluncuran buku tentangnya di Pendapa Malawapati, Rabu (19/2/2025) pagi. (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Kompleks Pemkab Bojonegoro begitu ramai, Rabu (19/2/2025) pagi. Para pejabat dan pegawai Pemkab Bojonegoro duduk rapi di Pendapa Malawapati.

Mereka mengikuti peluncuran buku Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro. Menampilkan intermezzo hangat nan renyah. Dimoderatori Pimpinan Bojonegoro Raya Khorij Zaenal Assrori.

Pembicaranya Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto dan istrinya Dian Adiyanti Sukmadewi, Pj Sekda Bojonegoro Djoko Lukito, serta Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Czi Arief Rochman Hakim.

Adapun, peluncuran buku ditulis-diterbitkan Bojonegoro Raya itu sekaligus ajang perpisahan antara Adriyanto dan Dian Adiyanti Sukmadewi dengan para pejabat-pegawai Pemkab Bojonegoro.

Jadi, peluncuran buku setebal 156 halaman dengan sembilan bab itu cukup istimewa. Sebab, dibingari keramahtamahan hingga perasaan haru akibat aneka kesan dan harapan perihal perjumpaan-perpisahan.

Buku Adriyanto - Bojonegoro Raya
BERCERITA: Dian Adiyanti Sukmadewi (berbusana batik) saat berbicara dalam intermezzo peluncuran buku “Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro” di Pendapa Malawapati, Rabu (19/2/2025) pagi. (Foto: Pemkab Bojonegoro)

Adriyanto menyampaikan terima kasih atas tertulis dan diterbitkannya buku tentangnya tersebut. Buku berisi beragam kisahnya selama menjadi Pj Bupati Bojonegoro itu memoar bagi hidupnya.

“Buku ini dokumentasi perjalanan hidup saya. Nanti diceritakan anak-cucu. Bahwa, kakeknya pernah bertugas di Bojonegoro. Menjadi Pj Bupati Bojonegoro,” tuturnya, Rabu (19/2/2025) pagi.

Pria asal Palembang itu juga mengapresiasi, bagaimana buku tentangnya itu bisa ditulis-diterbitkan dalam waktu yang cukup singkat. Tidak sampai satu bulan. Sekitar dua minggu saja.

“Semuanya tampak serba mendadak. Tapi, alhamdulillah bisa. Saya dan istri merasa bahagia atas hadirnya buku (Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro, red) ini,” imbuhnya.

Dian Adiyanti Sukmadewi mengemukakan hal serupa. Dia menambahkan, buku tentang suaminya itu bisa tergarap karena ada dorongan kuat darinya. Yang menilai, buku dimaksud penting.

“Buku ini menceritakan kami (Adriyanto dan Dian Adiyanti Sukmadewi, red) selama di Bojonegoro. Sebuah momen berarti dalam hidup kami. Sebab itu, harus jadi,” tutur perempuan berdarah Sunda tersebut.

Baca Juga :  Enam Tahun Mati, BUMD Griya Dharma Kusuma Dihidupkan Lagi
Buku Adriyanto - Bojonegoro Raya
BAHAGIA: Adriyanto (kedua dari kanan) dan istrinya Dian Adiyanti Sukmadewi (tengah) usai peluncuran buku “Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro” di Pendapa Malawapati, Rabu (19/2/2025) pagi. (Foto: Pemkab Bojonegoro)

Sementara itu, Khorij Zaenal Assrori menyampaikan terima kasih atas kepercayaan diterima Bojonegoro Raya dalam menggarap buku Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro.

Khorij berharap, buku ditulis-diterbitkan Bojonegoro Raya itu bisa menjadi memoar berharga bagi Adriyanto serta keluarga. Yang mana, telah mendedikasikan diri untuk Bojonegoro.

“Buku ini juga sekaligus kenang-kenangan untuk beliau (Adriyanto, red). Mengingat, masa tugas beliau di Bojonegoro akan berakhir pada Kamis (20/2/2025) besok,” tuturnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!