Setyo Wahono Minta DD–BKKD Digunakan untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan SDM

19/03/2025
BERI PENEGASAN: Setyo Wahono saat memimpin sosialiasi DD dan BKKD untuk para kades, Senin (17/3/2025). (Foto: Pemkab Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA –  Pemkab Bojonegoro menggelar Sosialisasi Percepatan Penyaluran Dana Transfer ke Desa 2025 dan Kebijakan Pengalokasian Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), Senin (17/3/2025) hingga Selasa (18/3/2025).

Sosialisasi itu digelar di ruang Angling Dharma Kompleks Gedung Pemkab Bojonegoro. Dihadiri Forkopimda Bojonegoro, para kepala Organisasi Daerah (OPD), para camat, dan para kepala desa (kades) se-Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam agenda tersebut menyampaikan bahwa dia telah menandatangani alokasi dana desa (DD). Sehingga, DD untuk desa-desa penerima, akan cair ke desa-desa tersebut tidak lama lagi.


Wahono juga mengutarakan, dalam alokasi DD, pihaknya meminta setiap desa menggunakan 10 persen DD untuk mengentaskan kemiskinan melalui program pemberian puluhan ayam petelur kepada setiap keluarga prasejatera.

Diharapkan, ayam petelur itu bisa dipelihara dan dirawat secara baik. Agar, bisa memproduksi banyak telur dan beranak-pinak. Kemudian, telur maupun anakan bisa dijual atau dikonsumsi sendiri sebagai upaya perbaikan gizi.

“Program pengentasan kemisikinan ini, hukumnya wajib untuk tahun ini,” tandasnya.

Soal BKKD 2025, Wahono menyebut, setiap desa akan menerima. Namun, porsinya variatif, sesuai prioritas. Diharapkan, BKKD dipergunakan juga untuk mengentaskan kemiskinan atau membangun pendidikan dan kualitas SDM.

“Mari kerja sama menaikkan IPM (indeks pembangunan manusia, red) kita. Beri perhatian khusus pada anak-anak putus sekolah,” tegasnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Sinta, Literasi di Lokalisasi
error: Content is protected !!