Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro (5)

Di Teksas Wonocolo, Melihat Atraksi Geologi

KERJA: Para penambang minyak bumi di Teksas Woncolo. Sempat menyapa Tim revalidasi yang melintas, Rabu (11/6/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Teksas Wonocolo jadi site kelima yang dikunjungi Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro, Rabu (11/6/2025) siang.

Didampingi para terkait, mereka menilik langsung kompleks pertambangan minyak bumi tradsional di Desa Woncolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro itu.

Hanang Samodra, Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo—empat anggota tim revalidasi–melihat bagaimana minyak bumi diambil dari liang sumur tua.

Para expert dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI) itu menengok injeksi rig kayu yang bermanuver sebab talinya ditarik-ulur mesin diesel.

Mirawati Sudjono menilai, secara umum, Teksas Wonocolo sudah ideal menjadi geosite Geopark Bojonegoro.

Ladang minyak bumi dieksplorasi perusahaan Belanda pada akhir abad 19 hingga awal abad 20 itu representasi kekayaan geologi Bojonegoro.

‘’Sebagai tambahan, isi papan informasi di sini (Teksas Woncolo, red) perlu didetailkan. Supaya pengunjung bisa tahu lebih banyak,’’ imbuhnya.
Yoko Hartono, salah satu personel Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro menerima dan memperhatikan petunjuk tim revalidasi tersebut.

Dia meneruskan, Teksas Wonocolo memang jadi andalan Geopark Bojonegoro. Sebab, representatif. Relevan dengan tema Pertroleum and Gas.

‘’Aktivitas pertambangan minyak bumi di sini juga merupakan atraksi geologi. Jadi daya tarik wisata,’’ imbuhnya.

Daya tarik dimaksud, tidak dimiliki Antiklin Kawengan. Sehingga, ‘pangsa’ Antiklin Kawengan dan Teksas Wonocolo beda. Namun, berkaitan.

‘’Daya tarik Antiklin Kawengan murni pada geologi, Teksas Wonocolo ada wisatanya,’’ jelas Yoko Hartono.

Untuk diketahui, potensi wisata di Teksas Wonocolo digarap masyarakat setempat melalui pokdarwis. Didukung Disbudpar Bojonegoro.

Patut diketahui pula, setelah di Teksas Wonocolo, Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro mampir di Rumah Singgah Woncolo.

Di rumah singgah sekaligus museum mini itu, mereka menikmati sego gulung dan dawet ireng khas Wonocolo yang dihidangkan Disbudpar Bojonegoro. (sab/kza)

Baca Juga :  Bahagia, 60 Anak Yatim Dapat Kado Tas dan Buku dari Pedagang Pasar Kota Bojonegoro
error: Content is protected !!