BOJONEGORORAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro cek sumur bor mengeluarkan gas di Dusun Sidomulyo, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Kamis (20/3/2025) pagi.
Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah mengemukakan, dari pengecekan, diduga sumur bor masih terus mengeluarkan gas. Sebab, masih tercium aroma belerang dari liangnya.
“Untuk air dari dalam sumur tampak jernih. Normal. Tapi, ada tercium bau belerang juga,” ujarnya, Kamis (23/3/2025) siang.
Guna memastikan apakah “isi” sumur bor itu berbahaya atau tidak, Luluk menyebut pihaknya telah mengambil sampel air dari sumur bor dimaksud. Untuk kemudian diujikan di laboratorium.
“Hasilnya seperti apa, kita perlu menunggu uji laboratorium itu,” imbuh mantan Kepala BPKAD Bojonegoro ini.
Lebih lanjut, Luluk mengatakan, pihaknya telah menghimbau warga sekitar tidak mendekati sumor bor tersebut. Polsek Sukosewu juga mengatensi hal ini. Sudah memasang garis polisi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah sumur bor berkedalaman 60 meter di Dusun Sidomulyo, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu mengeluarkan gas lalu terbakar, Rabu (19/3/2025) malam.
Nahas, api dari sumur bor tersebut menyambar seorang berada di dekatnya. Seorang diketahui merupakan Kepala Dusun Sidomulyo Dwi Puryanto itu, terbakar. Alami luka bakar. (sab/kza)


