BOJONEGORORAYA — Rencana proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro mengalami perubahan. Terutama, lokasi flyover yang menjadi ujung barat dan timur JLS Bojonegoro.
Sebelumnya, flyover ujung barat JLS Bojonegoro direncanakan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Terkini, jalan layang tersebut direncanakan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander.
Sementara, lokasi flyover ujung timur JLS Bojonegoro tidak berubah. Tetap direncanakan di Desa Kabunan, Kecamatan Balen. Mencakup sebagian Desa Sobontoro, kecamatan serupa.
Hal itu diutarakan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro Biyanto saat ditemui Bojonegoro Raya di kantornya, Rabu (12/8/2026) siang.
Dengan perubahan lokasi flyover ujung barat JLS Bojonegoro, kata dia, Kecamatan Kalitidu tereliminasi. Tidak lagi menjadi kecamatan terdampak rencana proyek JLS Bojonegoro.
‘’Tinggal empat kecamatan. Yakni Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, dan Dander,’’ ungkap Biyanto, Rabu (12/8/2026) siang itu.
Eks Camat Balen ini meneruskan, ada 16 desa di Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, dan Dander yang akan terdampak proyek JLS Bojonegoro. Namun, pihaknya belum mendetailkan.
‘’Kami belum dapat mendetailkan daftar desa (terdampak proyek JLS Bojonegoro, red). Yang pasti, saat ini sedang bergulir sosialisasi di desa-desa itu,’’ tuturnya.
Sosialisasi tengah bergulir tersebut, jelas Biyanto, seputar penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT). Dokumen itu untuk penerbitan penetapan lokasi (penlok) JLS Bojonegoro.
Lebih lanjut, Biyanto mengungkapkan, turut ada rencana pembangunan rest area dalam proyek JLS Bojonegoro. Lokasinya di mana? Pejabat kelahiran 1969 ini belum mengemukakan.
‘’Rencananya, rest area JLS Bojonegoro hanya satu,’’ imbuh mantan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro itu.
Sebagaimana diketahui, JLS merupakan proyek infrastruktur strategis Pemkab Bojonegoro. Sudah diinisiasi lama. Namun, baru diseriusi Pemkab Bojonegoro sekitar setahun ini.
JLS Bojonegoro digadang mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di perkotaan Bojonegoro. Juga merangsang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalurnya mendatang.
Pemkab Bojonegoro memproyeksi, proyek JLS Bojonegoro terlaksana tahun depan. Pembebasan lahannya dimulai jelang akhir 2026 ini. Anggarannya Rp 30 miliar dari P-APBD 2026.
Adapun, Pemkab Bojonegoro tidak merancang JLS Bojonegoro sendirian. Namun, bersama Pusat Kajian Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Melansir laman Pusat Kajian LKFT UGM, JLS Bojonegoro akan membentang sekitar 19 kilometer (km). Dibangun empat lajur dengan satu median. Right of way (ROW) atau total lebarnya 26 meter.
Salah satu elemen utama JLS Bojonegoro ini flyover di ujung timur dan barat. Bertipe trompet. Untuk melintasi jalur rel kereta api Surabaya—Semarang dan Jalan Nasional Babat—Bojonegoro dan Bojonegoro —Cepu. (sab/kza)



