Pembebasan Lahan Proyek JLS Bojonegoro Segera Dimulai, Anggarannya Rp 30 miliar

BAKAL DIURAI: Sejumlah kendaraan besar saat melintasi Jembatan Jetak, perkotaan Bojonegoro. Ke depan, dialihkan ke JLS. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro direncanakan terlaksana tahun depan. Saat ini, detailed engineering design (DED) proyek itu sudah rampung. Jelang akhir 2026 ini, pembebasan lahan akan dilaksanakan.

Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Terkonfirmasi dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Bojonegoro awal Agustus 2026, saat penetapan KUA-PPAS P-APBD 2026 Bojonegoro.

Adapun, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro yang dititipi anggaran Rp 30 miliar itu ialah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPPR) Bojonegoro.

Sehingga, selain mewenangi persoalan teknis konstruksi JLS, OPD berkantor di Jalan Lettu Suyitno, perkotaan Bojonegoro itu juga akan menjadi pihak yang melakukan pembebasan lahan JLS.

Kepala DPUBMPR Bojonegoro Chusaifi Ivan Rachmanto membenarkan pembebasan lahan JLS akan dimulai jelang akhir 2026 ini. Dananya disiapkan Rp 30 miliar, bersumber dari P-APBD 2026.

‘’Pembebasan lahan JLS ini dilakukan secara bertahap,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (11/8/2026) petang.

Ditanya apakah pembebasan lahan JLS bakal rampung 100 persen tahun depan menggunakan APBD 2027 atau P-APBD 2027, pejabat akrab disapa Ivan itu belum bisa memastikan.

‘’(Capaian pembebasan lahan JLS, red) Tergantung kecukupan anggaran,’’ imbuh eks Sekretaris DPUBMPR Bojonegoro tersebut.

Pun, perihal berapa total luas lahan yang akan dibebaskan untuk JLS dan masuk desa mana saja lahan-lahan itu, Ivan juga belum mengemukakan.

‘’(Lahan dibebaskan untuk JLS, red) Tersebar di 16 desa di empat kecamatan,’’ singkatnya.

Sebagaimana diketahui, JLS merupakan proyek infrastruktur strategis Pemkab Bojonegoro. Sudah diinisiasi lama. Namun, baru diseriusi sekitar setahun ini.

JLS Bojonegoro digadang mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di perkotaan Bojonegoro. Juga merangsang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalurnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Raya Bojonegoro–Babat Ditarget Rampung H–10 Lebaran

Adapun, Pemkab Bojonegoro merancang JLS ini bersama Pusat Kajian Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melansir informasi di laman resmi Pusat Kajian LKFT UGM itu, JLS Bojonegoro akan membentang sepanjang sekitar 19 kilometer (km).

JLS Bojonegoro akan dibangun empat lajur dengan satu median. Sementara, right of way (ROW) atau total lebarnya 26 meter.

Salah satu elemen utama JLS Bojonegoro ini flyover atau jalan layang di ujung timur dan barat. Bertipe trompet.

Flyover trompet dimaksud untuk melintasi jalur rel kereta api Surabaya—Semarang dan Jalan Nasional Bojonegoro—Babat dan Bojonegoro—Cepu.

Saat merancang feasibility study (FS) akhir 2025 lalu, ujung timur JLS Bojonegoro direncankan di Desa Kabunan, Kecamatan Balen.

Sementara, ujung barat JLS Bojonegoro diproyeksikan berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. (sab/kza)

error: Content is protected !!