Forum Kehumasan Bojonegoro Raya: Mendaras Peran Humas, Membentuk Jejaring

BERBAGI: Malik (berdiri) saat menyampaikan materi dalam Forum Kehumasan, Rabu (30/7/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Sebanyak 25 orang yang bekerja di bidang hubungan masyarakat (humas), bertemu di Ruang Kinarya, Aston Bojonegoro City Hotel, Rabu (30/7/2025) siang.

Mereka saling belajar, berbagi, dan menerima materi dalam Forum Kehumasan yang digelar Bojonegoro Raya. Suasana serius–santai. Interaktif. Senang. Sampai jelang petang.

Narasumber Forum Kehumasan itu Almaliki Ukay Sukaya Subqy dan Ismail Fahmi. Almaliki Ukay Sukaya Subqy narasumber pertama. Pria akrab disapa Malik itu menyampaikan banyak hal.

Titik beratnya, praktisi komunikasi–kehumasan berkarir di ExxonMobil Cepu Limited tersebut membedah ‘ruh’ kehumasan dan mengungkap taktik menjadi humas yang ideal.

Misalnya, Malik menelisik cara menciptakan narasi menarik, mengelola hubungan dengan pers, menangani krisis, hingga cara berinteraksi dengan para pemangku kebijakan.

“Humas harus mampu bercerita, mengatur strategi, dan membangun relasi,” tutur Malik dalam penyampaian materinya.
Dengan tiga kemampuan dimaksud, kata Master of Communication Management lulusan Murdoch University, Australia itu, reputasi lembaga, instansi, atau korporasinya akan terjaga.

“Reputasi adalah aset. Peran humas, menjaga aset itu,” tandas mantan jurnalis Gulf News di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut.

Ismail Fahmi yang jadi narasumber kedua, mengemukakan banyak hal pula. Fokusnya, ihwal penggunaan akal imitasi (AI) atau artificial intelligence untuk kegiatan kehumasan.

Misalnya, Founder Drone Emprit itu menunjukkan bagaimana AI bisa menyusun rilis bermetode Hamburger yang profesional plus defensif untuk mengatasi suatu case.

“Gunakan metode Hamburger untuk rilis yang baik. AI bisa menyusun rilis dengan metode tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut, Doctor of Philosophy bidang sains lulusan University of Groningen, Belanda itu menandaskan, AI jangan dihindari humas. Sebaliknya, harus diakrabi. Dimanfaatkan.

“AI merupakan tools. Memudahkan pekerjaan. Hari ini, jika tidak memanfaatkan AI, bisa tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Berbeda Matlak, Berbeda Puasa

Sementara itu, Manager Program Bojonegoro Raya Agus Prasetyo Utomo bersyukur Forum Kehumasan berlangsung lancar, berisi, dan menyenangkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dan semua pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Agus meneruskan, Forum Kehumasan tersebut akan digelar lagi di lain kesempatan. Berkelanjutan. Berseri. Ke depan, skalanya lebih luas. Temanya juga lebih variatif.

“Sebab, Forum Kehumasan ini wadah para humas di Bojonegoro dan sekitarnya untuk belajar, berbagi, serta berjejaring,” imbuhnya.
Terpisah, Humas Perum Perhutani KPH Padangan Saiful Arief mengatakan, dia senang menjadi peserta Forum Kehumasan yang digelar Bojonegoro Raya.

“Dapat pengetahuan berarti dari Forum Kehumasan ini. Misalnya, terkait pemanfaatan teknologi terkini untuk kehumasan,” terangnya.

Selain itu, pria asal Desa Pasean, Kecamatan Jatirogo, Tuban tersebut juga menyampaikan, dia mendapat banyak teman sesama humas lintas lembaga, korporasi, dan instansi

“Dengan demikian, lebih banyak kenalan. Bisa saling belajar dan berbagi pengetahuan atau masalah kehumasan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, 25 humas peserta Forum Kehumasan itu berasal dari sekolah, pondok pesantren, kampus, perusahaan negara, dan instansi pemerintah di Bojonegoro. (sab/kza)

error: Content is protected !!