Hewan Kurban Tembus 21.500 Ekor, Penjualan dan Harga Naik

26/05/2026
BERKAH IDULADHA: Peternak memberi pakan domba-domba di kandang. Tahun ini hewan kurban di Bojonegoro tembus 21.500 ekor. Terdiri domba, kambing, dan sapi. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Kebutuhan hewan kurban di Bojonegoro menjelang Hari Raya Iduladha mencapai 21.500 ekor. Meliputi sapi, kambing, dan domba. Harga jual hewan kurban terkerek naik. Nilainya melambung 20 persen dari harga jual hari biasa.

Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro menyisir dan memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Stok hewan kurban mencukupi untuk kebutuhan Iduladha.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Disnakkan Bojonegoro Luthfi Nurrahman memastikan, jumlah kebutuhan hewan kurban tercukupi pada Iduladha tahun ini.

Meliputi 3.500 ekor sapi. Serta 8.500 kambing dan 9.500 domba. Jumlah tersebut untuk penyembelihan selama perayaan Hari Iduladha.

‘’Untuk stok hewan kurban saat ini masih aman, mencukupi untuk kebutuhan kurban tahun ini,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, ketersediaan hewan kurban tercukupi, seiring populasi sapi, kambing, dan domba, yang melimpah. Pihaknya mencatat populasi sapi mencapai 15.504 ekor. Sedangkan, kambing 20.211 ekor dan 24.634 ekor domba.

“Kami juga melakukan penyisiran untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban,” ucapnya.

CEK HEWAN: Petugas Disnakkan Bojonegoro mengecek kesehatan salah satu kambing.

Hanya Temukan Hewan Sakit Belek, Belum Ada PMK

Disnakkan, menurut Luthfi, telah menerjunkan mantri hewan dan petugas ke setiap lapak penjualan hewan kurban untuk pengecekan. Belum menemukan adanya hewan kurban terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

‘’Hasil pengecekan petugas belum ada yang sakit parah. Beberapa temuan hanya belek (sakit mata),” bebernya.

Sementara itu, peternak hewan kurban ketiban berkah saat momen Hari Raya Iduladha. Seperti dirasakan Asyari, peternak kambing asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengaku dombanya laku banyak. Penjualan naik signifikan.

“Kalau kenaikan penjualan mencapai 100 persen dari hari-hari biasa,” ujarnya.

Asyari mengaku, harga jual ternaknya pun ikut terkerek. Sekitar 20 persen dari hari biasa. Kondisi tersebut membuat peternak mendapat pemasukan lebih pada momen Iduladha tahun ini.

Baca Juga :  Sinergi dalam Berbagi, Pemkab Bojonegoro dan SKK Migas Santuni Anak Yatim--Duafa

“Permintaan kurban warga Bojonegoro sendiri ada yang dari luar daerah,” tutupnya. (man/kza)

error: Content is protected !!