Jazz Bengawan Tinggal Menghitung Hari, Sebuah Perayaan dan Pelestarian

PERSIAPAN: Sejumlah panitia dan pekerja saat mendirikan panggung Jazz Bengawan, Rabu (13/8/2025). (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Sempadan Bengawan Ledok sibuk belakangan ini. Tepi sungai di perkotaan Bojonegoro itu disiapkan menjadi venue Jazz Bengawan, Jumat (15/8/2025) mendatang.

Sepanjang H-2 ini, kesibukan semakin kentara di sempadan Bengawan turut Kelurahan Ledok Kulon itu. Panggung mulai didirikan. Siap diorkestrasi saat hari H. Menampilkan musisi-musisi jazz.

Beberapa perahu yang akan melaju dalam lomba Balap Perahu, sudah mulai didatangkan pula. Ukurannya kecil. Tidak terlalu besar. Jenis Tembo. Khas nelayan Bengawan.

Keperluan selebihnya untuk mata acara lainnya, sedang disiapkan juga. Di antaranya, pengadaan beberapa ekor kambing untuk pemenang lomba Balap Perahu dan lomba Mancing.

Para penjaja wader goreng sambel cemeding untuk gelaran Pasar Sore, hingga bibit-bibit pohon untuk ditanam bersama di sempadan Bengawan Ledok, sudah rampung dikoordinasi pula.


Faris, salah satu panitia Jazz Bengawan menuturkan, persiapan acaranya sudah hampir rampung. Termasuk kepengurusan izin dari instansi-instansi terkait, sudah beres.

“Monggo menyempatkan waktu untuk datang ke Jazz Bengawan. Gratis,” ujarnya saat diwawancara Bojonegoro Raya, Rabu (13/8/2025) siang.

Pria asal Kelurahan Ledok Kulon itu meneruskan, masyarakat yang akan menghadiri Jazz Bengawan diharapkan mengenakan pakaian retro. Mode lawas. Periode 1950-1990.

“Kenakan pakaian retro saat hadir di acara. Yang terkeren, akan mendapatkan hadiah,” ungkap pria yang merupakan musisi tersebut.

Lebih lanjut, Faris mengatakan, Jazz Bengawan ini upaya merayakan dan melestarikan Bengawan. Agar, keberadaannya kian dekat dan nyata. Diperhatikan. Terselamatkan. (sab/kza)

Baca Juga :  200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Mengaspal di Bojonegoro
error: Content is protected !!