BOJONEGORORAYA – Anugerah alam Desa Kenep, Kecamatan Balen, Bojonegoro, seakan seperti surga dunia yang tersembunyi. Memetik anggur dari ranting menjuntai. Memanen melon yang gemulai.
Mengalir air dari kanal yang tenang. Berperahu karet santai. Ikan menggelepar. Semilir angin mengibas bulir-bulir padi. Ragam anggur dan melon tumbuh subur dalam greenhouse. Bersih. Menyenangkan.
Kenep Smart Village (KensVil) itulah lokasi pertanian modern berpadu alam terbuka. Grand opening KensVil berjalan meriah, Rabu (2/7/2025). Seharian penuh. Pagi sampai larut malam. Edukatif. Semua bergembira.
KensVil hadir bukan sekadar sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai laboratorium terbuka untuk pertanian modern. Menjadi jujugan, ruang diskusi pertanian masa depan.
‘’Kampung ini bukan desa wisata alam seperti di pegunungan atau pantai. Namun, kami ingin mengangkat potensi lokal melalui pertanian modern. Fokus budidaya anggur dan melon yang menarik dan edukatif,” tutur Ismail Fahmi, pendiri KensVil saat grand opening.
Grand opening KensVil dihadiri Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zainal Fanani. Juga, dinas kepemudaan dan olahraga, dinas komunikasi dan informatika.
Serta, dinas peternakan dan perikanan Bojonegoro. Hadir pula Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Bupati Bojonegoro semula dijadwalkan hadir berhalangan karena agenda lain Plt Kepala DKPP Zainal Fanani yang mendapat mandat mewakili. Turut memberikan sambutan.

Pertanian Modern Jadi Daya Tarik Wisata
Eksistensi KensVil dengan pertanian modern ini mengubah mindset. Kawasan gersang. Ketika kemarau, kekeringan. Sawah menjadi bero atau tidak bisa untuk bertanam padi.
Bimsalabim. Saat ini, Desa Keneb, justru menjadi hijau. Kawasan yang bisa tumbuh melon dengan buah seukuran bola basket. Anggur yang gemulai. Manis dan segar. Itulah landskap KensVil.
Sebuah desa kecil yang memiliki wajah baru. Desa di ujung selatan Balen, berbatasan dengan Kecamatan Sukosewu. Desa sebelumnya nyaris tak dikenal, kini menjadi perhatian berkat hadirnya KensVil, sebuah kawasan wisata edukatif berbasis pertanian modern.
Selain menawarkan wisata petik buah anggur dari greenhouse, KensVil juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Meliputi ruang pertemuan, aula serbaguna, selasar edukatif, danau mini, dan lapangan camping dan outbound.
‘’Kami ingin tempat ini menjadi pusat belajar dan berbagi. Bukan hanya untuk wisata, tapi juga untuk pelatihan, outbond, dan pengembangan komunitas, khususnya kalangan muda dan wirausahawan desa,” tutur Ismail Fahmi, founder platform analisis media sosial Drone Emprit.

Bukti Inovasi Desa, dari Kekeringan Menjelma Kampung Hijau
Plt Kepala DKPP Zainal Fanani, tersenyum. Sorot matanya berbinar usai membuka KensVil dan melihat anggur-anggur yang indah. Dari sebuah desa kecil, bisa trubus anggur berbuah. Melon berbuah besar.
‘’KensVil ini bukti nyata bahwa Bojonegoro punya potensi untuk budidaya anggur impor secara profesional. Ini adalah inovasi desa yang patut ditiru dan diperluas,” ujar Zainal.
Sebelum grand opening, KensVil juga sempat menjadi lokasi kegiatan Jagongan Petani Milenial oleh BUMD PT ADS pada Mei 2025. Kegiatan tersebut mengundang para petani muda dan pegiat pertanian modern berbagi pengalaman, termasuk penggunaan drone untuk pertanian.
Cerdas, Hijau, Menginspirasi
Dengan tagline “Cerdas, Hijau, Menginspirasi”, KensVil sebagai laboratorium terbuka untuk pertanian modern. Lokasinya mudah dijangkau dari pusat Bojonegoro. Terbuka untuk kunjungan umum, pelajar, komunitas, hingga lembaga pelatihan.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman petik buah anggur atau melihat langsung budidaya melon dalam greenhouse, KensVil buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi. Informasi lebih lanjut dan reservasi kunjungan bisa mengakses akun Instagram resmi @kenepsmartvillage. (sab/kza)



