Ledre, Gulungan Warisan Perempuan (Seri 5)

Ledre Masuk Swalayan, Butuh Kerja Sama dengan Biro Wisata

PENUH LEDRE: Salah satu rak di Swalayan KDS menjajakan ledre, Jumat (2/10/2026) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)
PENUH LEDRE: Salah satu rak di Swalayan KDS menjajakan ledre, Jumat (2/10/2026) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

Pasar ledre merambah swalayan. Daya beli tetap musiman. Kerja sama dengan travel atau biro wisata, patut dicoba.

SWALAYAN Samudra ramai pengunjung, Jumat (2/10/2026) siang. Para pengunjung rerata perempuan itu sama menenteng keranjang plastik atau mendorong trolly besi. Hilir mudik di lorong-lorong. Memilih-membeli ragam belanjaan.

Di antara banyak lorong, lorong diapit dua rak tinggi-panjang berisi aneka cemilan, menjadi yang cukup sepi. Dan, di salah satu rak tinggi-panjang itulah ledre berada. Jajanan khas Bojonegoro ini berjejer rapi di susunan rak paling atas. Tingkat ke tujuh.

Ragam ukuran ledre tersedia di susunan rak paling atas tersebut. Kemasannya boks besar dan kecil. Warnanya beraneka. Masing-masing boks berisi ledre dengan rasa berbeda. Mulai rasa original, susu, coklat, buah nangka hingga durian.

Dilihat dari kemasan, puluhan boks ledre dijajakan di swalayan turut Jalan Imam Bonjol, perkotaan Bojonegoro itu berasal dari satu agen saja. Yakni, dari Agus Ayub di Desa Padangan, Kecamatan Padangan. Mereknya bisa dibaca terang: Ledre Super.

Di Samudra, Ledre Super dijual dengan harga Rp. 20.400—Rp 55.000 per boks. Tergantung varian rasa, banyak isi, dan ukuran boksnya. Di Bravo Supermarket, ledre juga tersedia, Jumat (2/10/2026) siang. Ada di bagian kafé, menempati susunan rak paling atas pula.

Namun, di Bravo Supermarket, ledre dijajakan tidak hanya merek Ledre Super. Ada juga Ledre Ny. Khusnul Machfoer, ini merek dari agen ledre di Desa Padangan, Kecamatan Padangan. Lokasinya berseberangan dengan Ledre Super.

Di swalayan turut Jalan Pemuda, perkotaan Bojonegoro itu, Ledre Super dan Ledre Ny. Khusnul Machfoer juga tersedia dalam beragam rasa dan ukuran. Harganya mulai Rp 17.500—Rp 69.000 per boks. Harga terendah Rp 17.500 itu untuk Ledre Ny. Khusnul Machfoer.

Di Swalayan KDS, Bojonegoro Raya juga menemukan Ledre Super dan Ledre Ny. Khusnul Machfoer, Jumat (2/10/2026) siang. Selain dua merek itu, tidak ada. Keduanya ditempatkan di rak barisan paling depan. Aneka rasa, rupa-rupa kemasannya.

Baca Juga :  Pecinan Padangan, Tempat Min Tjie Melahirkan Ledre

Di swalayan turut Jalan Veteran, perkotaan Bojonegoro ini, Ledre Super dan Ledre Ny. Khusnul Machfoer dijual mulai harga Rp 19.500—Rp 77.000 per boks. Sesuai banyak isi, besar boks, dan varian rasa—serupa di Samudra dan Bravo Supermarket.

Setelah menilik ledre di Samudra, Bravo Supermarket, dan KDS, Bojonegoro Raya bergeser ke Toko Swarna, Jumat (2/10/2026) siang. Ini toko oleh-oleh. Lokasinya di tepi Jalan Gajah Mada, perkotaan Bojonegoro. Tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Bojonegoro.

Di toko oleh-oleh yang dibuka sejak Februari 2025 itu, aneka ledre tersedia dalam berbagai kemasan. Mereknya lebih beragam ketimbang ledre-ledre yang dijajakan di  Samudra, Bravo Supermarket, dan KDS. Tidak Ledre Super dan Ledre Ny. Khusnul Machfoer saja.

Sedikitnya, ada lima merek ledre di Toko Swarna itu. Meliputi Ledre Swarna, Ledre Super, Ledre Ny. Khusnul Machfoer, Ledre Ny. Sabar, dan Ledre Persitara. Untuk harga, ada di rentang Rp 20.000—Rp 87.500 per boks. Tinggal pilih.

Sumarni merupakan leader atau manajer di Toko Swarna. Perempuan asal Surabaya ini mengemukakan, ledre yang dijajakan di tokonya berasal dari para agen ledre di Kecamatan Padangan dan Kecamatan Purwosari. Para agen menitip jual ledre di tokonya.

‘’Sistemnya konsinyasi,’’ terang Sumarni saat ditemui Bojonegoro Raya di Toko Swarna, Jumat (2/10/2026) siang itu.

Perempuan kelahiran 1985 ini meneruskan, penjualan ledre di Toko Swarna relatif baik. Hampir setiap hari ada yang membeli. Entah satu atau dua boks. Para pelanggan membeli ledre sekaligus jajanan yang lain. Bukan datang untuk membeli ledre semata.

‘’Pas musim lebaran atau liburan, ledre baru laris sekali. Sangat banyak pembeli. Rata-rata dari luar Bojonegoro,’’ imbuhnya.

Menurut Sumarni, hal tersebut maklum. Ledre masih lekat sebagai oleh-oleh khas Bojonegoro. Maka, sudah lazim jika larisnya saat musim lebaran atau liburan. Masa itu, banyak orang luar datang atau melintas di Bojonegoro.

Baca Juga :  Sekolah Naik Perahu ke Blora, demi Ilmu yang Membara

Alumnus SMKN 1 Bojonegoro ini melanjutkan, pihaknya ingin menjalin kerja sama dengan travel atau biro wisata di luar Bojonegoro. Supaya, ketika travel membawa wisatawan ke Bojonegoro atau melintas Bojonegoro, bisa mampir ke tokonya.

‘’Kami masih mencari cara untuk menjalin kerja sama dengan travel-travel. Kalau memungkinkan, kami berharap Pemkab Bojonegoro membantu kami soal itu,’’ tuturnya.

Menurut dia, kerja sama antara toko oleh-oleh dengan travel cukup penting untuk eksistensi ledre. Dan lagi, Toko Swarna pernah mengalami sendiri. Beberapa travel dari luar kota pernah mampir. Ledre dijualnya pun banyak dibeli. Laris manis.

‘’Dari situ, mulai kami, agen, dan produsen ledre mendapat dampak positif. Ledre sebagai jajanan khas Bojonegoro juga makin eksis,’’ jelasnya.

Toko Dadi Tresno juga menjajakan ledre di perkotaan Bojonegoro. Berlokasi di tepi Jalan MH Thamrin, tidak jauh dari Mapolres Bojonegoro. Toko ini milik Ja’far Sodiq, warga Desa Padangan. Sudah lebih sepuluh tahun menjajakan ledre.

‘’Namun, hanya Ledre Super dan Ledre Ny. Khusnul Machfoer,’’ ujar Dwi Purwanto saat diwawancara Bojonegoro Raya di Toko Dadi Tresno, Jumat (2/10/2026) siang.

Karyawan Toko Dadi Tresno sejak 2016 ini mengemukakan, penjualan ledre dalam beberapa waktu terakhir trennya biasa saja. Malah relatif sepi. Namun, setiap hari masih ada yang beli. Entah satu atau dua boks, bersama cemilan lain.

‘’Sabtu atau Minggu, penjualan ledre biasanya meningkat. Namun, paling signifikan ya saat musim lebaran atau liburan,’’ terangnya.

Pria asal Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari ini meneruskan, ada bermacam varian rasa dan kemasan ledre dijajakan di Toko Dadi Tresno. Yang jarang toko lain memiliki adalah ledre kemasang kaleng—serupa kaleng biskuit Khong Guan.

‘’Ledre kemasan kaleng ini kami selalu punya. Harganya Rp 140.000. Kalau kemasan boks, kan sudah umum ya,’’ imbuh pria kelahiran 2000 itu.

Baca Juga :  Mempertahankan Ledre di Pecinan Padangan, Tetap Pakai Anglo dan Arang

Lebih lanjut, Dwi Purwanto berharap banyak pihak ramai-ramai mendukung eksistensi ledre. Entah bagaimana caranya, dia kurang tahu tepat. Pokok, pemuda karib disapa Slank ini ingin ledre tidak sekadar laris ketika lebaran atau momen liburan semata.

Kholik Arifiyanto mengatakan hal senada. Dia pemilik toko oleh-oleh skala kecil dan rumahan di tepi Jalan Gajah Mada, perkotaan Bojonegoro. Nama tokonya Linda Jaya. Toko ini di seberang Toko Swarna. Menjajakan ledre sejak 2009 silam.

‘’Sejak dulu sampai kini, ledre larisnya saat lebaran atau liburan saja. Hari-hari begini, sepi,’’ ujar Kholik Arifianto saat ditemui Bojonegoro Raya di Toko Linda Jaya, Jumat (2/10/2026) siang.

Pria akrab disapa Kholik ini meneruskan, salah satu alasan tokonya tetap menjajakan ledre ialah: tidak ada kerugian materiil. Ledre laku atau tidak, Toko Linda Jaya tidak terlalu terdampak. Karena, sekadar dititipi oleh agen ledre saja.

‘’Agen hanya titip jual di kami. Kalau tidak laku, diambil lagi. Kadang, saya juga sungkan dengan mereka,’’ imbuh pria kelahiran 1984 itu.

Kholik mengemukakan, sedikitnya ada tiga merek ledre di Toko Linda Jaya. Seluruhnya dari agen ledre di Kecamatan Padangan. Di antaranya, Ledre Super, Ledre Ny. Khusnul Machfoer, dan Ledre Ny. Sabar. Paling rutin menyetor atau menitip ialah Ledre Super.

‘’Seminggu sekali, Pak Agus Ayub (Ledre Super, red) menyetor ledre ke sini,’’ imbuh pria sempat berkuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Kholik berharap, para produsen dan agen ledre sama bersabar selama hari-hari biasa seperti ini. Dia akan terus bersedia menerima kiriman ledre. Pun, pemasaran dilakukannya tidak saja di toko. Namun, juga secara online melalui media sosial.

‘’Semoga ledre makin laris, makin ramai pembeli. Tidak saja pas lebaran atau liburan. Itu harapan kami semua,’’ pungkasnya. (sab/kza)