Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro (14)

Ledre Perlu Kemasan Lebih ‘Manis’ dan Berbahasa Inggris

MENILAI: Mirawati Sudjono saat mengamati kemasan ledre, Jumat (13/6/2025) pagi. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro untuk Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Setelah mengunjungi Museum 13, Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro menilik Sentra Kerajinan Ledre, Jumat (13/6/2025) pagi.

Sentra kudapan khas Bojonegoro ditilik tim revalidasi itu berada di Desa/Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Sekitar 15 kilometer ke arah barat–dari Museum 13.

Di situ, tim revalidasi melihat bagaimana ledre diproduksi. Termasuk apa saja bahan-bahan untuk membuat kudapan Bojonegoro bergenetik Tionghoa tersebut.

Secara umum, salah satu anggota tim revalidasi Mirawati Sudjono mengatakan, ledre sudah pantas menjadi bagian Geopark Bojonegoro.

Ledre, kata dia, satu produk yang ikonik. Hasil pergulatan masyarakat Bojonegoro dengan sejarah dan budaya setempat. Layak disebut culturalsite.

Yang menjadi tantangan, kata Mirawati Sudjono, para pihak mesti memfamiliarkan ledre secara lebih. Branding dan pemasaran perlu terus diorkestrasikan.

“Perihal kemasan ledre, juga perlu diperbagus,” ujarnya.

Kemasan ledre, saran Mirawati Sudjono, mesti berdaya tarik. ‘Manis’. Menyuguhkan informasi yang lebih mendetail. Tidak biasa-biasa saja.

“Dan, kemasan ada bahasa Inggrisnya. Supaya orang luar negeri tahu juga ledre itu apa,” imbuhnya.

Kabid Promosi, Kerjasama, dan Ekspor Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mirko (DisdagkopUM) Bojonegoro Mahesa, mengatensi masukan Mirawati Sudjono.

Kata dia, dalam waktu dekat DisdagkopUM Bojonegoro akan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) dan pendampingan untuk para pengrajin ledre.

“Konsennya perihal kemasan, ya. Agar display produk mereka lebih menarik. Lebih berdaya saing,” terangnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Respon Menkeu Purbaya Soal Uang Nganggur Rp 3 Triliun di Bojonegoro, Ketua DPRD dan Kang Yoto Bersuara
error: Content is protected !!