Oleh: Nurul Azizah
Penasihat Persibo Bojonegoro
——————-
SEMUA mata suporter yang berada di Stadion Letjen Hadji Soedirman (SLHS), memandang dengan senyum. Ada pelangi anggun kala Persibo Bojonegoro pesta tujuh gol, melesakkan bola ke gawang RANS Nusantara, Sabtu (4/1/2025) sore.
Fenomena alam yang juwita ini menandai kemenangan dan pesta gol Persibo Bojonegoro. Klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro tersebut menang menawan 7-0 menjamu RANS Nusantara dalam laga lanjutan Grup 3 Liga 2 Indonesia.
Suporter memandang dengan seksama lengkungan warna-warni di awan. Mengangkat jemari dan menunjukkan goresan warna-warni tersebut ke suporter lainnya. Para suporter saling senyum dan senang karena ada pelangi menghiasi kemenangan klubnya.

Oh, memang cantik nan anggun pelangi sore itu. Para suporter mengambil handphone dan cekrek, mengabadikan melalui foto. Para jurnalis dan fotografer bergegas mengambil angle memotret pemain berlatar pelangi.
Riuh suporter bergemuruh. Tujuh gol ini menjadi kebangkitan Persibo Bojonegoro di pekan ke 13 Liga 2. Menjadi kemenangan terbesar selama berkiprah di Grup 3 Liga 2 Indonesia ini. Menambah produktivitas gol, Persibo Bojonegoro semakin subur.
Dari 13 laga di Grup 3 itu, Persibo Bojonegoro telah mencatatkan sebanyak 25 gol dan telah dibobol 14 gol. Masih baik. Masih surplus 11 gol. Kini, Persibo Bojonegoro menapaki runner-up sementara Grup 3 dengan 23 poin.
Persela Lamongan, klub tetangga itu masih menapaki puncak klasemen sementara dengan 25 poin. Dan, Persipal Palu 21 poin. Hanya, kedua klub itu baru menjalani 12 laga. Akan bersua-berlaga pada Minggu (5/1/2025) sore ini.
Pelangi Sabtu sore itu masih terasa indah sampai malam. Bahkan, sampai Minggu (5/1/2025) pagi ini. Cerita dan guyonan masih melekat seiring Persibo Bojonegoro menang 7-0 melawan RANS Nusantara. Benar-benar, akhir pekan yang menawan.
Osas Saha Bikin Hattrick, Gol Persibo Surplus
Gerimis menghiasi rumput SLHS saat kickoff laga Persibo Bojonegoro versus RANS Nusantara. Rintik hujan dan suasana adem nan sahdu mengiringi laga krusial Persibo Bojonegoro. Ya, drama gol mulai terjadi sejak menit awal.
Persisnya menit ke-6, Osas Saha membuka gol Persibo Bojonegoro. Menjadi dentuman mental bagi RANS Nusantara. Vitor Barata menambah gol pada menit 31, Jahanbakhsh Zabihi Taher pada menit 41. Taher Si Naga juga lagi-lagi menambah gol melalui sundulan, setelah Vitor Barata.
Babak pertama Persibo Bojonegoro bersua RANS Nusantara, skor sementara 3-0. Lagi-lagi menit awal babak kedua, tribun VIP, timur, utara, dan selatan SLHS bergemuruh. Osas Saha kembali menciptakan gol pada menit 49.
Pesta gol berlanjut. Enzo Celestine, striker Persibo Bojonegoro tersebut menyumbang gol pada menit 64. Tidak lama, Osas Saha juga kembali membuat benteng pertahanan RANS Nusantara terkoyak.
Osas Saha bikin hattrick. Pemain naturalisasi berusia 38 tahun itu kembali melesakkan gol pada menit 72. Kemenangan dan pesta gol Persibo 7-0 ditutup aksi Vitor Barata. Pemain asal Portugal tersebut bikin gol kedua pada menit 81.

Oh, rasanya masih belum move on terbitnya pelangi saat pesta gol Persibo Bojonegoro. Ya, pelangi ini menandai masa kekalahan Persibo Bojonegoro sudah berakhir. Sebaliknya, pelangi menandai kebangkitan dan pencerah untuk kembali meraih tiga poin di laga terakhir Grup 3 melawan Deltras Sidoarjo.
Pelangi warna-warni ini juga menandai Persibo Bojonegoro milik semua kalangan. Persibo Bojonegoro menjadi bagian penting dari gelanggang olahraga masyarakat Bojonegoro.
Kritik, saran, dan kolaborasi diperlukan untuk eksistensi Persibo Bojonegoro. Suporter, pemain, fans setia, pemerhati olahraga, akademisi, dan manajemen, harus selalu duduk bersama mendorong klub yang berdiri sejak 12 Maret 1949 silam itu. Saling menguatkan, bersama-sama menambal lubang kekurangan.
Sinergi Persibo Bojonegoro dengan Semua Pihak
Kolaborasi bareng anggota DPRD, Pemkab Bojonegoro, dan perusahaan dibutuhkan agar klub kebanggan kita semua ini terus mengukir sejarah. Sinergi dengan bupati, juga menjadi kunci.
Terima kasih suporter Persibo Bojonegoro yang setia mendukung di tengah laju laga Grup 3 Liga 2 ini. Bagi kami, ayo sinergi dan berikan sumbangsih untuk Persibo. Baik dukungan, tenaga, dan waktu, untuk mendukung di stadion.
Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Sebuah dinamika dari kinerja tim. Semua penonton berharap dalam pertandingan harus menang. Inilah seni sepak bola.
Namun, menghidupkan Persibo tentu tidak mudah. Atmosfir kompetisi yang ketat dengan pemain-pemain berkualitas tentu butuh anggaran besar. Sedangkan, Persibo Bojonegoro sebagai klub professional tentu tidak boleh ada bantuan dari pemerintah.
Tentu, kita sebagai masyarakat asli Bojonegoro inilah yang tulus mendedikasikan untuk kebangkitan Persibo Bojonegoro. Ayo dimulai dari niat ketulusan orang-orang Bojonegoro.
Saya Nurul Azizah sebagai penasihat Persibo Bojonegoro tentu berterima kasih kepada Dewan Pembina Persibo, yakni Setyo Wahono, atas aneka arahan untuk Persibo Bojonegoro sejauh ini.
Juga, kinerja luar biasa dari Eko Setyawan sebagai konsultan Persibo Bojonegoro. Mas Eko sapaannya, merupakan putra asli Bojonegoro yang mendedikasikan untuk klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro ini.
Dari Jakarta, Eko Setyawan rela datang ke SLHS dan menonton bersama di tribun laga Persibo Bojonegoro versus RANS Nusantara. Ada juga, politikus Sukur Priyanto dan Ahmad Supriyanto yang ikut nribun bareng.
Juga, kekompakan Dulur Pitu--saudara kami, semoga menjadi semangat bangkitnya Persibo Bojonegoro sejak dari Liga 3 menuju Liga 2 dan bara optimisme menembus Liga 1.
Persibo Sakpolle. Menang kita sanjung, kalah tetap kita dukung. Pelangi masih terbayang-bayang bagi kemenangan Persibo Bojonegoro.
“Ada pelangi di bola matamu,” kata Krissyanto vokalis Jamrud dalam untaian lagu Pelangi di Matamu.
Sementara, Katrina Mayer menyebutkan: ‘’Pelangi mengingatkan kita bahwa setelah awan paling gelap dan angin paling kencang, masih ada keindahan’’.
Senada, Khalil Gibran menuturkan: “Pelangi adalah jembatan antara langit dan bumi, mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas keindahan yang ada di sekeliling kita.’’ (*/kza)

