Kami menulis-menerbitkan buku tentang Adriyanto. Sebuah apresiasi dan memori untuk Pj Bupati Bojonegoro itu.
BOJONEGORORAYA – Sekurang-kurangnya, Adriyanto memimpin Pemkab Bojonegoro selama satu setengah tahun. Waktu yang cukup lama bagi seorang penjabat (Pj) bupati atau bupati sementara.
Selama sekitar satu setengah tahun tersebut, Pj Bupati Bojonegoro asal Palembang itu telah melakukan beragam hal. Untuk birokrasi Pemkab Bojonegoro, untuk masyarakat Bojonegoro.
Lain itu, Adriyanto tentu memiliki kisah atau cerita yang disembunyikan dari khalayak umum. Terutama, bagaimana lubuk hati Adriyanto terhadap Bojonegoro berikut isi dan dinamikanya.
Juga, bagaimana polah Adriyanto menjalani peran ganda sebagai Pj Bupati Bojonegoro sekaligus salah satu direktur di Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kami–Bojonegoro Raya–mendapat mandat untuk menulis aneka kisah perihal Adriyanto dan Bojonegoro, serta peran gandanya tersebut. Kami lalu menerbitkannya dalam sebuah buku.
Adapun, buku dimaksud berjudul Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro. Sebuah judul yang mungkin tampak berlebihan. Tapi, sesungguhnya tidak. Sebab, Adriyanto memang demikian.
Berdasarkan aneka kisah dituturkan Adriyanto dan para koleganya, selama satu setengah tahun di Bojonegoro, Adriyanto tidak hanya menjadi Pj bupati. Tapi, juga telah menjadi orang Bojonegoro.

Selengkapnya, kisah tentang Adriyanto terbubuh dalam buku Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro. Rabu (19/2/2025) pagi, buku itu akan diluncurkan di Pendapa Malawapati Bojonegoro.
Buku pertama ditulis-diterbitkan Bojonegoro Raya itu akan meluncur di tengah keramahtamahan. Menyisipi harunya perpisahan Adriyanto dengan para pejabat dan pegawai Pemkab Bojonegoro.
Mengingat, masa tugas Adriyanto di Bojonegoro akan habis pada Kamis (20/2/2025). Seiring pelantikan Setyo Wahono-Nurul Azizah menjadi Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro pada hari serupa.
Kami–Bojonegoro Raya–sangat berterima kasih sebab telah dipercaya untuk menulis-menerbitkan buku Adriyanto: Mendadak Jadi Orang Bojonegoro. Kami kurang menyangka. Tapi, begitu nyatanya.
Terakhir, kami–Bojonegoro Raya–akan selalu mengenang jasa dan peran Adriyanto selama menjadi Pj Bupati Bojonegoro. Buku tentangnya itu, sebuah apresiasi dan memori. (sab/kza)


