BOJONEGORORAYA — Sebanyak 16 desa terdampak proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro mulai 2027 mendatang, telah mengemuka.
Belasan desa itu tersebar di Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, Dander. Paling banyak, di Kecamatan Dander. Ada tujuh desa di kecamatan ini.
Sementara, di Kecamatan Balen, ada tiga desa. Di Kecamatan Sukosewu, hanya satu desa. Di Kecamatan Kapas, sebanyak lima desa.
Hal itu diutarakan Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro Iwan Maulana.

Namun, Iwan Maulana mengatakan, daftar desa terdampak proyek JLS Bojonegoro itu masih belum pasti. Belum final 100 persen.
‘’Masih bisa berubah. Bisa bertambah, bisa juga berkurang,” ujarnya, Selasa (18/8/2026) kemarin.
Iwan sapaannya menyebut, perubahan daftar desa itu tergantung hasil detailed engineering design (DED) yang ditarget rampung akhir tahun ini.
‘’Proyek JLS ini akan dilaksanakan secara multiyear. Dari 2027 hingga 2030,’’ imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, JLS merupakan proyek infrastruktur strategis Pemkab Bojonegoro. Sudah diinisiasi lama. Namun, baru diseriusi Pemkab Bojonegoro sekitar setahun ini.
JLS Bojonegoro digadang mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di perkotaan Bojonegoro. Juga merangsang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalurnya mendatang.
Pemkab Bojonegoro memproyeksi, proyek JLS Bojonegoro terlaksana tahun depan. Pembebasan lahannya dimulai jelang akhir 2026 ini. Anggarannya Rp 30 miliar dari P-APBD 2026.
Terkini, proyek JLS memasuki tahap pembebasan lahan. Diawali sosialisasi penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) di 16 terdampak.
Adapun, Pemkab Bojonegoro tidak merancang JLS Bojonegoro sendirian. Namun, bersama Pusat Kajian Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Melansir laman Pusat Kajian LKFT UGM, JLS Bojonegoro akan membentang sekitar 19 kilometer (km). Dibangun empat lajur dengan satu median. Right of way (ROW) atau total lebarnya 26 meter.
Salah satu elemen utama JLS Bojonegoro ini flyover di ujung timur dan barat. Bertipe trompet. Untuk melintasi jalur rel kereta api Surabaya—Semarang dan Jalan Nasional Babat—Bojonegoro—Cepu. (sab/kza)

