PEPC Pacu Potensi Kesenian Desa Kaliombo, Pelatihan Multimedia, dan Kesetaraan Belajar Mengerek IPM

KOLABORASI: Pegiat seni, guru, dan pemuda Desa Kaliombo gayeng ikuti pelatihan multimedia, organisasi kesenian, hingga kesetaraan belajar untuk mengerek IPM. Kegiatan diinisiasi PEPC. Foto: YKIB untuk Bojonegoro Raya.

BOJONEGORORAYA – Potensi kesenian dan kebudayaan di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, terus ditingkatkan. Serta, kolaborasi memacu kesetaraan belajar meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 bersama Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), PKBM Wana Bhakti Ngasem, dan Pemerintah Desa Kaliombo, mengadakan kegiatan sosialiasi dan pelatihan bagi pegiat seni. Juga, peserta warga belajar, dan perwakilan guru dari SDN Kaliombo 1, SDN Kaliombo 2, dan SDN Kaliombo 4.

Gayeng. Pelatihan berkonsep jagongan berlangsung di Balai Desa Kaliombo sejak Senin (11/8/2025) hingga Rabu (13/8/2025). Diskusi.

Kegiatan ini bagian Program Pelestarian Seni Budaya Lokal dan Fasilitasi Warga Belajar Melalui Kesetaraan Pendidikan Masyarakat di sekitar Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru.

Inisiasi acara oleh Pertamina EP Cepu Zona 12 bekerja sama dengan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) dan PKBM Wana Bhakti Ngasem.

Upaya peningkatan kapasitas pelaku seni dan pemberian akses pendidikan kesetaraan kepada masyarakat usia belajar ini upaya konkret Pertamina EP Cepu Zona 12 turut serta memajukan indeks pembangunan manusia (IPM).

Kepala Desa (Kades) Kaliombo Rohmad Edi Suyanto, mengatakan bersyukur potensi kesenian dan kebudayaan di Desa Kaliombo mendapatkan dukungan penuh dari Pertamina EP Cepu Zona 12.

“Di Desa Kaliombo ada banyak sekali pegiat seni. Alhamdulillah, sejak 25 Juli 2024 juga sudah terbentuk Paguyuban Jaya Tirta Budaya Laras yang menaungi semua pegiat seni dan kelompok seni,” ujarnya.

BERMANFAAT: Perwakilan PEPC Zona 12, YKIB, Aparatur Desa, pegiat seni, saat membuka sosialisasi rembug seni dan budaya. Potensi kesenian Desa Kaliombo terus dipacu.

Desa Kaliombo Punya Empat Kelompok Seni

Desa Kaliombo terdapat empat kelompok seni. Meliputi Singo Mudo, Warogo Putro, Karyo Wahyu Putro, dan Turonggo Budhoyo. Pegiat seni ini terdiri dari anak-anak usia sekolah, remaja, hingga orang dewasa.

Siswa SDN Kaliombo 1, SDN Kaliombo 2, dan SDN Kaliombo 4, juga aktif berlatih gamelan di Sanggar Jaya Tirta Budaya Laras. Latihan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu, sementara bertempat di Balai Desa Kaliombo.

Baca Juga :  Telaah Banjir Dander dan Temayang, Mahasiswa Stikes Maboro Gelar Diklat Kebencanaan

Enggar Mugi Rahayu perwakilan Pertamina EP Cepu Zona 12 mengatakan, pelestarian seni budaya lokal dan kesetaraan pendidikan warga belajar bagian pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi lapangan JTB.

“Pertamina EP Cepu Zona 12 berupaya berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar wilayah operasi JTB dan ingin menjadi tetangga yang baik,” ujar Mugi, sapaannya.

Enggar Mugi Rahayu mengatakan, program ini sekaligus bentuk nyata Pertamina EP Cepu Zona 12 meningkatkan IPM di Bojonegoro.

Pelatihan manajemen organisasi dan administrasi menghadirkan Samingan dan Annastya Joko Sinar Wicaksono dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro.

Samingan mengajak pegiat seni memiliki nomor induk kesenian (NIK) dan legalitas berupa akta notaris. Sehingga, mempermudah mengurus izin saat mengadakan pagelaran atau pementasan.

Sapto Piyono dari Sanggar Sayap Jendela juga menjadi pemateri. Bertukar gagasan Teknik mengelola organisasi seni. Serta, mengajak masyaraat melestarikan kesenian lokal, terutama seni sandur.

“Sandur adalah kesenian berakar dari masyarakat agraris di sekitar Sungai Bengawan Solo. Sandur bercerita tandur, ngrakal, ndangir, dan berkaitan kegiatan bertani,” urainya.

Menurut Sapto, Desa Kaliombo memiliki akar kesenian dan kebudayaan kuat. Banyak menjadi panjak atau pemain atau penabuh gamelan.

‘’Saya boleh menyebut Kaliombo ini adalah desa panjak. Sebab, di Bojonegoro belum ada desa panjak,” ujarnya.

Hadirkan PKBM Kesetaraan Belajar dan Pelatihan Multimedia

Suwondo dari PKBM Wana Bhakti Ngasem mengajak masyarakat Desa Kaliombo yang putus sekolah untuk bisa melanjutkan pendidikan melalui kejar paket A, paket B, dan paket C.

“Belajarnya bisa pagi, siang, sore, atau malam. Yang penting tetap mau belajar dan mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Nanang Fahrudin dan Iwan Siswoyo dari Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro menyampaikan materi tentang pelatihan multimedia dan kanal media sosial. Media sosial menjadi bagian sehari-hari kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Bojonegoro Terima Cuan Rp 119,9 Miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

“Gunakan media sosial untuk mempromosikan potensi kesenian dan kebudayaan lokal di Desa Kaliombo. Desa ini sudah dikenal sebagai desa panjak. Nah, itu potensi atau kekhasan Kaliombo bisa dijadikan konten media sosial,” ujar Nanang.

Usai penyampaian materi, peserta membuat konten dari latihan gamelan. Semua peserta mengambil video dan foto para panjak memainkan gamelan. Sekitar 40 peserta praktik membuat konten. Gayeng.

Pengembangan kesenian, kesetaraan pendidikan, dan pemanfaatan multimedia kini sudah merambah di Desa Kaliombo. (sab/kza)

error: Content is protected !!