Nasib Laga Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro

Persibo Bojonegoro Kalah di Atas Kertas

Vitor Barata - Bojonegoro Raya
DIKEPUNG: Vitor Barata saat diburu tiga pemain Deltras Sidoarjo dalam laga panas di GDS, Sabtu (11/1/2025) lalu. (Foto: Instagram @v.barata10)

Pil pahit ditelan Persibo Bojonegoro. Imbang di lapangan. Limbung di persidangan. Bakal kelimpungan.

BOJONEGORORAYA – Nasib Persibo Bojonegoro sudah ditetapkan. Komite Banding PSSI menolak pengajuan banding Persibo Bojonegoro atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang terbit Minggu (12/1/2024).

Dalam keputusan terbit pada Selasa (14/1/2024) itu, Komisi Banding PSSI juga menolak keputusan Komdis PSSI atas Persibo Bojonegoro. Sebab, dinilai prematur. Tidak punya kekuatan hukum untuk dilaksanakan.

Sebagai jalan tengah, Komisi Banding PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan ujung laga Persibo Bojonegoro melawan Deltras Sidoarjo yang sengkarut dan “berakhir tapi tidak selesai” itu.

Rabu (15/1/2024), PT LIB menindaklanjuti keputusan Komisi Banding PSSI. Secara ringkas, PT LIB memutuskan gol Amir Hamzah ke gawang Deltras Sidoarjo jelang akhir laga, dianulir. Skor 1-0 untuk keunggulan Deltras Sidoarjo.

PT LIB juga memutuskan, laga Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro yang tinggal satu menit, harus dilanjutkan sampai selesai. Dimulai dari indirect free kick pasca pelanggaran dilakukan pemain Deltras Sidoarjo pada menit 94.

Adapun, laga satu menit antara Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro itu akan digelar PT LIB pada Sabtu (18/1/2025) nanti. Bertempat di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta.

Dengan adanya putusan PT LIB itu, Persibo Bojonegoro sudah “kalah di atas kertas”. Keputusan Komdis PSSI, Komite Banding PSSI, maupun PT LIB, tidak berpihak ke Persibo Bojonegoro. Lebih menguntungkan Deltras Sidoarjo.

Presiden Klub Persibo Bojonegoro Deddy Adriyanto kecewa atas putusan PT LIB. Sangat merugi. Dia merefleksi, pemain Persibo Bojonegoro dipukuli dalam laga kontra Deltras Sidoarjo, hingga keputusan wasit dalam laga itu diubah.

Menurut Deddy, Persibo Bojonegoro sudah bermain sebaik mungkin dalam laga di Gelora Deltas Sidaorjo (GDS) tersebut. Senantiasa menghormati seluruh azas dan peraturan sepak bola. Baik di dalam, maupun luar pertandingan.

Baca Juga :  Tujuh Siswa SD di Bojonegoro Diduga Keracunan MBG, DPRD akan Panggil SPPG

Namun, adanya putusan PT LIB tersebut, dirinya selaku pemilik klub bola menjadi bingung. Sangat gelisah. Masih terus mempertanyakan bahkan menyangsikan. Apakah memang begitu cara kerja sepak bola Indonesia?

“Mungkin kami terlalu naif memercayai dan berkiblat pada peraturan dan law of the game yang sudah ditetapkan PSSI dan FIFA,” tuturnya, Kamis (16/1/2025) siang.

Deddy Adriyanto - Bojonegoro Raya
PEMILIK: Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adriyanto. (Foto: Istimewa)

Dia meneruskan, pihaknya tentu ingin sepak bola Indonesia lebih maju. Terlepas dari sengkarut skor laga Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro, pihaknya mengharap kekerasan dalam laga itu tidak dimaklumkan.

“Kami mencintai sepak bola Indonesia. Kami berikan segenap sumbangsih yang kami bisa. Khususnya untuk masyarakat serta suporter Bojonegoro yang sangat kami cintai dan banggakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Klub Persibo Bojonegoro sejak September 2024 itu mengemukakan, saat ini berlangsung koordinasi internal terkait keputusan PT LIB. Guna mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Untuk diketahui, Persibo Bojonegoro akan gagal lolos ke babak delapan besar Liga 2 dari Grup 3 jika laga satu menit pada Sabtu (18/1/2024) di Yogyakarta nanti tetap berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Deltras Sidoarjo.

Persibo Bojonegoro lalu akan melakoni babak play off. Bertanding dengan klub-klub Liga 2 yang gagal masuk babak delapan besar Liga 2. Jika banyak kalah dan masuk degradasi, Persibo Bojonegoro akan terlempar ke Liga 3 lagi. (sab/kza)

error: Content is protected !!