BOJONEGORORAYA — Masyarakat di Jawa Timur (Jatim) ramai-ramai mengakses layanan pengaduan atau laporan terkait kendaraan rusak usai mengisi Pertalite di SPBU baru-baru ini.
Per Minggu (2/11/2025) kemarin, Pertamina Patra Niaga Jatim, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menerima 613 laporan masyarakat perihal itu. Berasal dari 16 kabupaten/kota se-Jatim.
Hal tersebut diungkapkan Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsbility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
“Laporan dari Bojonegoro paling banyak. Jumlahnya 217 laporan,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (3/11/2025) siang.
Laporan terbanyak nomor dua, kata dia, berasal dari Surabaya. Jumlahnya 122 laporan. Nomor tiga dari Sidoarjo. Jumlahnya 121 laporan. Nomor empat dari Tuban. Jumlahnya 84 laporan.
“Paling sedikit dari Malang, Nganjuk, Pasuruan. Masing-masing satu laporan,” imbuh pria akrab disapa Ahad itu.
Alumnus Universitas Padjajaran (Unpad) itu meneruskan, mayoritas kendaraan dilaporkan rusak usai diisi Pertalite di SPBU di beberapa daerah di Jatim baru-baru ini ialah motor.
“Saat ini seluruh laporan sudah ditindaklanjuti. Termasuk untuk reimburse (kompensasi, red),” pungkasnya.
Untuk diketahui, layanan pengaduan rencananya akan ditutup per Minggu (2/11/2025) kemarin. Namun, rencana itu batal. Diperpanjang. Dibuka hingga Senin (10/11/2025) pekan depan.
Untuk membuat laporan, bisa datang ke SPBU pembelian terakhir, posko pengaduan, menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau kontak Instagram resminya. (sab/kza)


